جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Jumat, 18 Januari 2013

Ketua LDII Membongkar Rahasia Ajaran Islam Jamaah / LDII


BUKTI NYATA KESESATAN LDII / ISLAM JAMAAH
Transkrip dari nasehat pembela akidah sesat ciptaan Nurhasan : Abdullah Syam, ketua LDII yang tidak lain adalah baju atau topeng dari sekte Islam Jamaah..


Format Baru :
BUKTI NYATA KESESATAN LDII / ISLAM JAMAAH
Transkrip dari nasehat pembela akidah sesat ciptaan Nurhasan : Abdullah Syam, ketua LDII yang tidak lain adalah baju atau topeng dari sekte Islam Jamaah..
Assalamualaikum Warohmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillahi ladzi hadana li hadza, ...
Amabadu’

Yang kami hormati para peserta CAI 2011, baik dari unsur keimaman maupun para pengurus(*1) dan peserta CAI.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur kpd Allah subahan wa ta’ala, bahkan untuk kita org jamaah(*2) tidak pernah berhenti setiap saat untuk selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat  yg telah diberikan kepada kita semua, seandai kata nikmat itu kita ingin menghitung satu-persatu, tapi tetap tidak bisa, sesuai dengan firman Allah waintaudzu ni’matallahi lausuha...

Selanjutnya berkat pertolongan Allah kita setelah  jamaah ini dinasehati, kemudian dididik, diajari ngaji QH sebagai pedoman ibadah, akhirnya paham, ternyata dari sekian nikmat yang  telah diberikan oleh Allah kepada kita , nikmat hidup sekali ini, dijadikan jadi org jamaah, merupakan nikmat yg pol, dari sekian nikmat yg telah diberikan kepada kita, tentu pernyataaan itu adalah berdasarkan dalil2 alQuran dan alHadist yg sdh kita ketahui bersama, untuk itu pilihan Allah kita hidup sekali  ini dijadikan orang jamaah kita wajib mensyukurinya, dengan kalimat syukur Alhamdulillahi robbil alamiin.

Bisanya kita bersyukur dan memahami pilihan Allah kita jadi orang jamaah ini, juga tidak terlepas dari peran para perantara, yg kita rasakan, kita nilai jasanya cukup besar, kalau kita urut sejak junjungan kita nabi muhammad shollalahu alaihi wassalam para sahabat, para tabiin, orang2 yg dekat kpd tabiin, akhirnya sampailah kpd putra indonesia terbaik yaitu Bapak Kiai Haji Nurhasan al Ubaidah Lubis yg saat itu kita angkat sebagai amir kita, kemudian di lanjutkan setelah beliau tiada, perantara yg berikutnya yaitu adalah kiai haji sueh abdul dhohir dan juga kita angkat sebagai amir kita, yg pada berikutnya lagi kita kenal yaitu setelah beliau tiada kita angkat lagi sebagai amir kita yaitu kiai haji abdul aziz sulthon aulia(*3), karena kenapa saya utarakan seperti ini beliau dari mulai bapak haji nurhasan sampai yg sekarang bapak abdul aziz tentu punya wakil2nya punya mubalegh-mubaleghot dan para jamaah, melalui perantara2 itu berperan dan akhirnya berkat pertolongan Allah kita dipilih dan punya kepahaman sebagai pilihan yang pol kita dijadikan oleh Allah orang jamaah ini. Untuk itu wajib kita mensyukurinya dengan mengucapkan kalimat syukur alhamdulillah jazahumullahu khoiro.

Selanjutnya kepada bapak-bapak dan sodara sekalian yang hadir pada forum ini telah menetapi  amrin jamiin  yang sudah disepakati dimusyawarahkan(*4) sehingga kita disini bisa menimba ilmu, bisa menerima gemblengan, bisa menerima hal-hal yg  belum kita miliki, yang akhirnya kita menjadi suatu generasi penerus perjuangan QHJ, untuk itu saya mensyukuri secara pribadi atas semangat dan kehadiran saudara2 dengan mengucapkan kalimat syukur Alhamdulillah jazakumullahu khoiro, selanjutnya para warga jamaah dengan adanya kita bisa syukur seperti itu, saya ingin menyampaikan pada malam ini, rasa syukur kita dipilih oleh Allah jadi orang jamaah dan semangat  juang oleh Allah orang jamaah, dan bagaimana jamaah punya kewajiban-kewajibannya, supaya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, memberikan kelancaran sampai ajal kita masing-masing.

Pertama mengenai hal-hal yang kita dipilih oleh eh jadi orang jamaah, saya disini memperkuat ijtihad nasehat bapak imam dan merefer mengacu kepada nasehat2 penasehat2 yg terdahulu bahwa, dulu kita pernah menerima nasehat, saya tahun 74-75, kita dipilih oleh eh jadi orang jamaah oleh Allah itu adalah pol, untung besar, ibadahnya diterima, kemudian nek’ salah diampuni, laa gitu, maaf saya campur-campur, karena belajar juga bahasa jawa, ternyata setelah kita ngaji dan paham adalah ada 2 dalil yg kita pegang, yaitu tadi pagi atau kemarin, cak yusuf sdh menyampaikan, makanya saya merefer dan memperkuat jadi man amilan lillah fi jamaatin fa ashoba qobillalloh minhu wain akhto ghofarola; jd baranga siapa yg beramal ibadah dengan karena Allah dirinya sudah di dalam jamaah dengan perkataan ini  dipilih oleh Allah jadi orang jamaah, kemudian ibadahnya pas dan benar  teori prakteknya sesuai dengan alquran dan alhadist, atau teori prakteknya seperti yang dicontohkan oleh rosulullah shollullahu alaihi wassalam,maka ibadah nya diterima bagi orang tersebut, apabila dia salah, fa in akhto ghufarola dengan tidak sengaja, maka Allah akan mengampuni, jadi bejo dan untung kita dipilih jadi org jamaah, ibadahnya diterima, nek ada kesalahan dengan tidak sengaja diampuni oleh Allah, apalagi kesalahan itu faktor keterbatasan, kita dulu untuk memenuhi ijtihad bapak imam bagaimana para imam sholat harus bacaanne bertajwid, bolak balik susah mengucapkan kata-kata itu, bersyukurlah ada dalil, wa in akhto ghofarola, karena keterbatasan kita, kita sehingga tidak bisa, ya kan.. alhamdulillah yakin kita  allah mengampuni, tetapi sebaliknya, man amila yabtaghil firqoh, barang siapa beramal ibadah mencari firqoh, dirinya oleh Allah tidak dipilih jadi orang jamaah, fa ashoba, teori praktek kelihatan pas secara QH, tapi lam ya taqobalillah minhu, jawabannya tetap ibadahnya tidak diterima, wa in akhto fal yatabawa makhdahu minna nar,  jika dia sholat jelas, walaupun kata2nya silahkan duduk diatas api neraka, tetap di neraka itu polnya siksaan, polnya kesengsaranan.(*5)

Maka dengan demikian 2 dalil ini bisa kita apa pembedanya, mungkin kita dalam keseharian, melihat orang mau sholat misalkan di mesjid umum, kok wudhu nya kita perhatikan sama,  pakaian sama, semua cara sholatnya sama, ya kan .. kadang2 kita terpengaruh jangan2  ini “orang kita” yakan gitu.. tetapi sekarang  banyak yang seperti itu, maka dengan keyakinan ini kita coba nanya, bapak sambung dimana ,  ngajinya atau gimana gimana, dengan wawancara yg penuh lembut tidak mencurigakan, maka dari situlah bapak tahu, oh ini bukan org jamaah.

Jadi 2 dalil ini menjadi pembeda, diterima dan tidaknya ibadah adalah persoalannya di pilihan jamaah. Walaupun kelihatannya kesehariannya teori dan prakteknya pas, maka dulu ada nasehat  kalo kita tidak jamaah,walaupun bener tetep salah,  karena endingnya hasil akhirnya tetep masuk neraka.(*6)
Dan kepahaman ini harus dipegang yg kuat, kalo memang kita sudah memahami , syukur dipilih oleh Allah jadi orang jamaah, maka kita jga harus paham terhadap ujian, cobaan, rintangan, merupakan itu ujian bagi orang jamaah, yang namanya di uji itu bukan turun kelas tetapi untuk naik kelas, bahkan di dalam surat Al-Baqorah insya Allah 214, .....  “jangan menyangka kamu sekalian akan masuk ke dalam surga, sebelum diuji dicoba seperti umat2 terdahulu” apakah itu para rosul, apakah itu ya kita orang jamaah, ataukah orang2 para sahabat, itu diuji di coba, kita kembali kepada fokus jamaah, kalo itu dikatakan jangan menyangka kamu sekalian orang jamaah akan masuk surga sebelum diuji/dicoba seperti umat2 terdahulu, apa yang menimpa kepada diri kita tentu adalah kadang-kadang boro kita sampai kepada titik akhir kita menjadi miskin fakir yang berat, sampai kita digegeri, gonjang-ganjing, kadang2 dikurangi rezekinya, dulu sebelum  jamaah kaya setelah jamaah diberi oleh Allah mundur rezekinya atau sebaliknya,dulu waktu jadi jamaah miskin atau biasa-biasa saja setelah jadi jamaah Allah menguji menjadi kaya, ya kan begitu ...Nah dengan demikian maka kita paham bahwa kita dipilih jadi orang jamaah akan selalu diuji oleh Allah, sehingga pada suatu saat dihadapan Allah, merintih manasrullah, mana pertolongan Allah, dijawab ingatlah pertolonganKu dekat.

Makanya dulu kita sering mendengarkan nasehat dari  kiai haji toyibun ribuan rintangan jutaan pertolonga,  miliyaran kemenangan, surga pasti. Kita paham disini, kalau kita sudah paham dipilih jadi orang jamaah, kemudian kita paham jamaah akan diuji dan dicoba maka Allah terus memanggil Ya Ayyuhalladzina amanu in tanshurullah yanshurukum wayutsabbit aqdamakum, ya ya ni abu nada jika kamu sekalian menolong agama Allah, maka Aku akan menolongmu.  Memanggil Abu Nada, Ya Ayyuhaladzina amanu, hai generus jika kamu menolong agama Allah, maka kamu akan ditolong oleh Allah, siap Allah, ya kan begitu kan ya kan... umpama kita harus seperti itu. Senkom ada kita siap siap, karena ini panggilan ya seruan ya kan... jadi harus kita bisa merasakan bahwa kita dipanggil untuk Allah, menolong agama Allah, maka untuk itu di dalam hal ini ya kan.. bapak imam berijtihad dalam jamaah diberikan dapukan2, ada dapukan pengurus kedalam untuk mengurus keimaman, ada dapukan sebagai pengurus organisasi, ada dapukan sebagai pengurus senkom, ada dapukan ppg, ada persinas asad(*7) dan semua, itu semua dalam konteks kita diberikan amal sholeh, memenuhi panggilan Allah menolong agama Allah.

Saya akan tanya, apakah generasi muda siap menolong agama Allah? (jamaah menjawab) : “siaaap”...
Alhamdulillah Jazakumullahu khoiro, serempak saya tidak ulang lagi, karena saya liat semangatnya seperti itu, kemudian kalo memang demikian, maka Allah akan menjamin kepada kita, ...... jika demikian kemudian utusan2 ku dan kamu orang jamaah wajib oleh Allah akan diselamatkan, saya bertanya, berarti sodara2 takut atau tidak? Hah? Saya kurang mendengar itu, ya kan..

Jadi sebagai orang jamaah di dunia ini punya rasa takut atau tidak, kalo memang sudah ada jaminan Allah? “Tidaaak”.... Sanggup sodara menolong agama Allah? “Sangguuup” Alhamdulillah Jazakumullahu khoiroh.

Jadi kalo memang demikian jangan ada, praktek di lapangan, ijtihad bapak imam ada senkom, disebut LDII takut, Pak, saya bukan LDII tapi Senkom, ini keliru. Jawaban yang benar, Iya, Pak, saya LDII.(*8) Ada satu jawaban dejure’ menurut aturan, ada yg  1 jawaban defacto, jawaban dejure’ belum ada aturan yang  melarang dari undang-undang sampai kepada peraturan pemerintah, perda, dan dipaling bawah,  melarang  warga ldii masuk senkom, kan begitu? ... juga praktek pada umumnya, orang nu banyak yg masuk  partai PKB, ada yg masuk partai Hanura, ada yg masuk mana lagi partai Demokrat, sebagainya dsb. Ini adalah jawaban antara dejure dan defacto jangan karena takut disebut ldii terus menjadi nyelimur, atau apa nyelimur istilahnya? Bahwa mengalihkan perhatian saya bukan senkom itu tidak benar, maka dijawab oleh ijtihad bapak imam, saya ldii dan bisa jadi anggota senkom sebagai mitra polri, kan begitu, paham / tidak? Ya kan...

Tapi jangan sampai menjadikan ijtihad keimaman takut ke yg satu lari ke yang lain, itu tidak benar, maka yang penting keberanian tadi, dijawab dengan aturan kita sebagai warga negara yg baik mentaati peraturan pemerintah yang sah, dijelaskan secara baik dan benar, nah maka kalau memang sudah paham kita, ya kan kita sebagai syukur sebagai orang jamaah, tolong panitia kalo nanti kepanjangan nanti di ingatkan.

Jadi nah kita siap ya kan, dengan memahami Quran Hadist Jamaah, maka dengan demikian saya bergeser sedikit terhadap pengertian-pengertian yang sekarang dikumandangkan, yaitu dalam dalil atau hadist nabi, innahu sataftariqu hadzhihilmillah ‘ala tsalatsa wa sabatin, sintani wasabuna finnar, wawahida filjannah wahiyal jamaah,  jadi nabi sudah memprediksi ke depan, prakteknya sekarang pecah Islam menjadi 73 golongan, bagaimana sekarang kenyataannya di luar, umat Islam yang ada di Indonesia dan ranah melayu, tidak mau dikatakan disebut “sintanu wa sab’uuna fi nar”, maka orang NU mengaku saya aswaja, ahlus sunnah wal jamaah, demikian juga muhammadiyah, persis, dan lain-lainnya juga  aswaja, ahlus sunnah wal jamaah, saya bergeser sedikit, pada waktu imam kita yg pertama bapak Haji Nurhasan mengajak sebetulnya inginnya menerapkan ahlus sunnah wal jamah, tapi setelah diliat pada prakteknya mereka, tidak berpedoman ibadahnya kepada Alquran dan AlHadist, dan praktek ibadahnya banyak bid’ah2, saya pernah sekolah di madrasah waktu itu, agak kritis kepada guru, diajari masalah sholat, mahua taarifu sholah, apa pengertian sholat, menurut guru saya di madrasah dan para kiai pada umumnya, sholat itu pengertiannya menurut definisi adalah serangkaian ucapan dan gerakan yg dimulai takbir dan diakhiri dgn salam, kalau kita di hadist, .... tapi prakteknya pak kiai kenapa harus pake usholi? Usholli fardul maghribi misalkan, dikejar-kejari itu ya bid’ah hasanah, dikejar2 bidatun dhollalah, dhollah fi nar, dan banyak lagi. Nah setelah kita lihat maka, bapak Alhamdulillah dengan kecerdasan beliau, bapak imam kita bapak haji nurhasan, maka dibuatlah QHJ, makna sebenarnya adalah ahlus sunnah wal jamaah,  sebab kalo diajak dulu ahlus sunnah wal jamaah, umpama ajakan ini paling, itu ya saya juga ahlus sunnah wal jamaah, ajakan pak Haji, ya biasa itu,tidak aneh, ya kan, maka dibuat istilah terminologi QHJ, saya penjelasannya dari kiai Kasmudi, begitu maka terus diajarkan, kitabusholla himpunannya jelas beda, hitam putihnya ini bidah ini tidak. Insya Allah paham ya sodara2?

Nah saya pernah dikritik, kenapa pak Abdullah Syam, orang LDII selalu QHJ tidak QH saja, ya saya jelaskan, tapi tidak seperti itu penjelasannya (maksud : saya jelaskan namun saya bithonahkan)(*9), dijelaskan ya ini mengutamakan pedoman Quran Hadist, di dalam QH ada perintah2 wajib berjamaah, supaya warga LDII terngiang masalah jamaah itu rohmat, membangun sholat berjamaah, dsb2, gitu kan... ini kelihatannya ro’yu tapi supaya bisa diterima mereka, ya kan... karena mereka hanya dikenal QH, tapi Alhamdulillah beberapa mereka bisa terima, ya kan begitu...

Maka dengan demikian, kita paham sekarang, makna yang sebenarnya QHJ dikaitkan dengan dalil, dan istilah ini sodara sekalian, saya dgn pak kiai kasmudi atas ijin bapak imam hadir disuatu seminar tentang aswaja ahlussunnah wal jamaah mereka baru memberikan pengertian-pengertian definisi, tidak mau disebut  syintani wasab’una fi nar, tetapi saya ahlussunah wal jamaah, bermahzabnya imam syafi’i, dan tauhidnya ee.. , mana pak Kholil, Hasan Al – Azhari Ala Maturidi? Atau apa? Nanti gampang kalo..pokok  itu.

Mereka mahzabnya ngaku Syafi’i, Kemudian ada yg juga mengaku mahzab lain, akhirnya saat itu dikumpulkan semua pokok mengakui salahsatu mahzab, tapi digeser kepada ijma ulama di Ponorogo thn 2006, komisi fatwa kumpul seluruh Indonesia MUI, untuk mengeluarkan ijtima ulama, disitu terpetik bahwa di dalam menetapi cara berfikir keagamaan, tahziatul manhaj, maka LDII, sama dengan berpikir cara berpikir ormas2 lain, dan juga MUI, yaitu kita menerangkan aswaja kita, ma ‘ana alaihi was ashabi, apa-apa yg ditetapi oleh rosul dan para sahabatnya, yaitu al-quran dan al-hadist, tidak dilanjutkan maka di dalam keputusan itjima ulama, karena tadi ini mengakui ahlussunah wal jamah, mengaku ahlu sunnah dikatakan ahlus sunnah wal jamaah dalam pengertian luas, nah ini menjadikan satu pegangan, jadi ternyata pada prakteknya di lapangan tidak mau orang disebut sintani wasaquna finnar, ya kan gitu ....

a .. nanti bagaimana cara kehidupan bermasyarakat saya jelaskan, ini dulu, kepahaman yang pokok dulu, kita pengertian, maka untuk itu ada respon, waktu kiai a prof dr. Kiai Agil Siroj, saat berkunjung ke Pondok, kalo LDII ahlus sunnah wal jamaahnya berpegang kepada koridor selama dalam koridor ma’ana alaihi wa ashabi, sama aswaja, sama ini telah di akui oleh mereka, jadi saudara sekalian, generasi muda, kalo kita berbicara masalah ahlus sunnah wal jamaah,kami juga dalam koridor itu, apa2 yang diterapin oleh para nabi dan para sahabatnya, yaitu al-Quran dan al-Hadist, dan Alhamdulillah, disini konsep MUI prof. ee.. kiai H. Ma’ruf Amin, pada saat di Malaysia, ya kan ... di Kuala Lumpur dijelaskan, sehingga menjadikan acuan untuk ranah Melayu, nah saya tadi dilapori jamaah dari Semarang, Pak Syam, MUI mau menandatangi klarifikasinya apabila LDII Jumatannya, bisa menerima pada jumatan yg pertama bulan itu, minggu pertama di imami oleh dari NU, sebagai Khotib dan Imam nya, yang ke2 dari Muhammadiyah, yang ke-3 terserah LDII, oh saya bilang, bagus, minta secara tertulis jangan lisan, kalo ada itu secara tertulis dari MUI, saya bawa ke MUI Pusat, bagaimana ini dgn ijma ulama ma’ana alaihi wa ashabi, pengertian aswaja huwa, ya tidak usah metiti seperti itu, tentu caranya harus, ini untuk memberikan semangat, jadi kita tidak usah takut, ajari aturan itu, saya akan berbicara dengan pak Kiai Ma’ruf seperti ini,  padahal Muhammadiyah tidak mau juga di imami oleh orang NU, itu praktek di lapangan, kenapa bapak-bapak dari Semarang, kok memaksa untuk LDII supaya begitu, ini gimana, bertentangan dengan ijtima ulama komisi fatwa, kita jelaskan, asal minta dengan tertulis, jangan bingung, iya kan... insya Allah paham ya? Jadi .. nah..

Dan Alhamdulillah saudara sekalian, kita 2006, menerima klarifikasi, pusat kerjaan, setelah DPP menerangkan klarifikasi LDII ada 8 klarifikasi, mungkin saya intinya saja bahwa 26 eh 21 propinsi sudah menerima secara tertulis, bahkan banyak di berbagai propinsi atau ada di berbagai propinsi jumlahnya cukup signifikan, yang jadi pengurus MUI propinsi, belum yg ada kabupaten/ kota, jadi orang-orang yg berpikir sempit, menurut kiai Ma’ruf, ini selalu melihat LDII, yandzhuruuna bi ‘ain sukhti, melihat dengan cara pandang kebencian, tidak pernah ada baik, dikira cara-cara tadi itu dia, apa namanya logic, padahal emosi dia, kebodohan dia, jadi untuk itu saya menekankan kepada sodara-sodara, kita sebagai orang jamaah akan yakin ditolong oleh Allah, dan kita pelajari, sebagai warga negara yg baik, aturan-aturan itu, insya Allah paham? Generasi penerus? Nah kita lanjutkan lagi, maka dengan demikian kita, ya sudah mulai melihat, bahkan saya menukil, atau sebagai sifat pribadi jamaah, saya melihat, kemarin dari pak kiai kasmudi ada mukjizat ada karomah, saya merasa syukur,  bahasa ilham itu, melebihi dunia akademisi, bagaimana bapak H. Nurhasan, Imam kita, menelorkan sistematika kewajiban jamaah 5 bab, walaupun sumbernya dari Qur’an dan Hadist, belum ada seorang kiai manapun, yang tersohor, yg membuat sistematika, sehingga kita penuh dengan keyakinan, kontrol di dalam kewajiban-kewajiban kita, di dalam 5 bab itu, dan beliau juga di dalam hal suatu mekanisme, merumuskan sesuatu, itu selalu acara, rencana, kerja, kontrol, ini dalam dunia akademisi, ilmu management, planning, organizing, actuating dan controlling.(*10)

Kemudian lagi pak Abdu Dhohir, saya kalo laporan beliau selalu menanyakan, apa tujuannya kegiatan itu pak Syam, kita jelaskan, apa manfaatnya, berarti tadi tanya, goal/ tujuan atau objective, yang kedua beliau selalu nanya, apa manfaatnya bagi jamaah? Berarti outcome, apa hasilnya untuk jamaah, berarti output, beliau langsung bertanya, bagimana dampaknya atau pengaruhnya terhadap perjuangan QHJ, berarti impact, saya tercengang, terkagum dengan pertanyaan-pertanyaan beliau, saya katakan, kepada kawan-kawan DPP, ini adalah logical framework, yang sering dalam dunia kerja, dunia akademisi, selalu dilontarkan ini, trus berfikir beliau adalah bahasa ilham, jadi sangat banyak kelebihan-kelebihan, dalam hal sekarang bapak imam kita, lebih mengembangkan kepada musyawarah, dan melalui dalam managment, kalo anda berbicara organisasi, tanya DPP, berbicara hukum tanya ulama 10(*11), dan selalu beliau melemparkan di musyawarahkan, hasil merupa musyawarah baru di ketok jadi ijtihad beliau baru kita menjawab sami’na wa atho’na masthato’na , nah ini hal  butir2 yang perlu dipahami, maka dengan demikian, kita sebagai warga jamaah syukur pol kepada Allah, kembali.

Kita dipilih jadi orang jamaah, kita dijadikan memiliki kepahaman-kepahaman seperti itu dan tentu ini pertolongan Allah dan harus dipelihara dan harus dijaga jangan sampai dirusak spt para pemakar dulu, apa yang merusak amalan2 kita itu harus di hindari, nah mungkin saya tidak akan menjelaskan detail disitu, tapi diwaspadai, jangan sampai amalan-amalan kita sejak insaf itu dirusak dengan perbuatan-perbuatan kita.

Kemudian lagi berikutnya di dalam kita, jamaah dinasehati , ya kan...bahwa berapa menit lagi, Pak? 4 menit lagi? 15 abu riyad?

Jadi terus beliau menasehati kepada kita, dan itu diteruskan oleh bapak wakil 4, dan para penerobos dan seterusnya, wakil-wakil beliau yg ada di daerah sampai kepada imam kelompok, kepada satu-satunya jamaah dinasehati dimana saja berada dalam keadaan bagaimanapun itu selalu dinasehati supaya menetapi, memerlukan dan mempersungguh nasehat pokok, nasehat utama, pertama yaitu paham jamaah, tadi sudah saya utarakan, jadi pahami jamaah itu seperti yang dinasehatkan Pak Cak Yusuf, insya Allah catatan sudah ada, dan kita lebih memahami satu kesimpulan daripada sabda khalifah umar, la islama ila bi jamaah, wala jama’ata illa bi imaroh, walaa imarota illa bi baiah, wala baita illa biththoah, biarpun di dunia ini mengatakan miliyaran orang saya jamaah eh saya Islam, tetapi bukan Islam kalo dia tidak jamaah, banyak di dunia ini juga mengatakan juga saya jamaah, ahlus sunnah wal jamaah, ya kan.. begitu, tapi dia kalo tidak ada amirnya, tidak bisa, jadi pahami seperti itu,(*12)

maka terusnya setelah ini, kemudian kita dinasehati, nasehat pokok satu paham jamaah, jangan sampai terpengaruh, bahkan harus berpengaruh, banyak nasehat-nasehat, pengaruh-pengaruh tadi itu dijelaskan lagi, jangan membaca buku-buku, yang sekiranya akan mempengaruhi keyakinan kita, kemudian pak Aziz Ridwan (*13) juga menjelaskan, ya kan.. hal-hal yg berkaitan untuk menjaga suatu amalan kita, jangan sampai tidak terasa kita merasa masih jamaah, padahal kelakuan kita sudah kepada ranah mengkufur ini juga harus diwaspadai,  kemudian yang ke2 supaya jamaah dimana saja berada, kapan saja, dalam keadaan bagaimanapun tetap sambung jamaah, kadang-kadang saudara didapuk sebagai pengurus, pengurus organisasi, sibuk, hampir tiap saat, tiap minggu musyawarah,  saya makna pengertian supaya sambung, bagaimana saya sambung sub kelompok dan kelompok, tetep kita perlu-perlukan, nah kemudian pak kiai kasmudi menjelaskan kepada saya, apakah makna sambung  itu harus secara fisik? Nah tentu kita dapat nasehat, jika di kelompok kita tidak bisa sambung kelompok dan kemudian ada acara yg lebih tinggi di desa atau daerah ataukah di pusat, ada satu musyawarah, kita memberitahu kpd imam kelompok kita, malam ini ada acara di pusat, tentu mekanisme nya ijin, iya kan gitu kan, itu sudah sambung, jadi sambung itu juga komunikasi, jadi imam kelompok sebagian diberikan kepada imam yg kita baiat, menyaksikan jamaahnya pergi kesana, dalam rangka memperkuat agama itu ke atas, ini etika itu harus dipegang, iya kan... sebagai jamaah yg paham, kemudian nasehat utama yg ke-3 adalah jamaah dimana saja berada, kapan saja, dalam keadaan bagaimanapun, supaya kewajibannya 5 bab Qur’an Hadist Jamaah dilaksanakan ditetapi diperlukan dipersungguh, kriteria nya sampai situ, jangan sampe ngaji cari sandaran, trus ngantuk, ya kan gitu kan... ini ngantuk, itu hebatnya telinga kita, begitu mubaleghnya mau selesai, langsung wah sudah selesai,kan gitu... tau itu udah selesai, itu bukan seperti itu, memang capek ya kan... ngantuk ada, manusiawi, ya kan gitu..tetapi kalo perlu kita  jalankan nasehat, ngantuk berdiri, wudhu, mandi, kan begitu... proses itu belum dijalani, bahkan saya suka tambah.. kalo perlu dinasehati itu mata, hai mata, kamu budi ashor, sekarang kamu gilirannya sambung, awas kalo kamu ngantuk, saya ganjel pake tusuk gigi, diganjel pake tusuk gigi, kredip-kredip, rasain loo,
hahaa gitu, gak papa nasehatin diri sendiri itu heheh... Jadi memerlukan, jadi e menetapi memerlukan terus menerus, memerlu-merlukan sampe berhasil, ya kan...

Mempersungguh lahir batin karena Allah di situ, jangan sampe jadi alasan, pak saya sibuk tidak bisa ngaji, padahal oleh Allah, inna kholaqna bi khadab, kita dijadikan oleh Allah ini, mahluk yg sibuk, jadi sibuk bukan jadi satu alasan, bagaimana bisa membagi waktu. Saya dinasehati dulu, Pak Kastaman Almarhum, saat mengatakan mengatur waktu, Pak Syam, yang mengatur waktu itu Allah, jadi yg benernya membagi waktu, jadi saya masih ingat itu, bagaimana kita membagi waktu, untuk ini, untuk ini, untuk ini, maka dengan demikian, apa yg 5 bab kewajiban kita itu, sudah diulang, ngaji qur’an hadist, dengan kriteria tadi mengamalkan qur’an hadist, membela qur’an hadist, sambung jama’ah secara qur’an hadist, taat pada Allah dan Rosul, dan bapak imam berserta para wakil-wakilnya, scr Quran Hadist, dan semuanya di garisbawahi, dan hatinya niat mukhlis lillah karena Allah, dulu ya pak Dhohir beserta para wakilnya, penerobosnya saya mendengar nasehat, makna karena Allah kita sudah tau, Allohuma ini asaluka ridho ka wal jannah, wa naudzubika min sakhotika wannar, dan banyak, selain kita mempelajari surat al-ikhlas, memahami surat al-ikhlas, tetapi yg saya maksud disini, karena Allah, adalah pekerjaan hati, yang tau diri kita dan Allah, maka ini diperkuat ada, 3 golongan, 3 orang di hadapan Allah, yg satu ahli membela, yg satu ahli dakwah, yg satu ahli perang, semua dikatakan kadzabta (bohong) karena itu riya’ annas, ingin dipuji oleh manusia sebagai dermawan, sebagai ahli ilmu, maka di hadapan Allah dilempar kepada neraka, jadi hanya tau diri kita dan Allah , adapun kita hanya menasehati, termasuk diri saya, kemudian dilanjutkan oleh penerobos saat itu, pak mariaman Alm. Di bogor. Jadi makna implementasi bagaimana, praktek ibadah karena Allah, jadi, diri kita, tenaga kita, pikiran kita, harta benda kita, jabatan kita, semua apa yg kita miliki, itu digiring untuk kepentingan akhirat, itu implementasi karena Allah, jangan sampai kita punya sepeda motor, untuk maksiat, ini generasi muda ni, cobaan nya, punya mobil untuk maksiat, semua digiring untuk kepentingan akhirat, itu sudah implementasi/ praktek2 di dlm karena Allah,krn masalah karena Allah menjadi penting, untuk keberhasilan amalan kita, maka kemudian pak Dhohir menasehati, saya ingat waktu nasehat di kediri, kalo tidak salah, barang siapa dlm kesehariannya bisa menetapi nasehat pokok, kemudian disaksikan pada saatnya dia ajal, itu dihukumi mati khusnul khotimah, trus ada yg bertanya, pak amir bagaimana yg dimaksud mati khosnul khotimah, oleh beliau dijelaskan, bahwa jmh yg mati khusnul khotimah yg kesehariannya, lain dengan mati sahid, itu maksud saya, ceritanya, yg kesehariannya disaksikan tertib ibadahnya, sambungnya tertib, sholatnya tertib, subuhnya tertib, semuanya tertib ibadahnya, dan sampai dia ajalnya, dimakamkannya, dikafani, di sholati, tertib secara Quran Hadist, maka jamaah yg demikian dihukumi mati khusnul khotimah,(*14)

terus beliau menjelaskan, ada pengurus, saat dia jadi pengurus, itu bisa jamaahnya diantar menjadi mati khusnul khotimah, tapi dirinya tidak bisa, dulu bapak imam mencontohkan, dia punya anak, katakanlah 4 atau 6, yg 3 jamaah tapi melarat, yg 3 tidak jamaah tapi sugih, bahkan terjadi pada suatu saat, orang itu, saking takut ributnya anaknya, akhirnya menghindari soal bab waris, habis itu hartanya sampai umurnya tua, dia datanglah pada anaknya yg melarat, tentu pada saat datang itu, beliau terjaga ibadahnya, najisnya, tapi ada omongan dari seorang mantu, mas piye kita, sedang tidak ada bapak saja, kita sudah kekurangan, dan yg namanya rumahnya gedek,melarat, kedengaran di kamar sebelah. Pagi-pagi dengan cukup bijak, bapaknya pamit ingin ketemu dengan saudara kamu yg satunya lagi, ringkas cerita, seperti itu sama, akhirnya dia lari ke anaknya yg tidak jamaah, kemudian meninggal disitu, sodaranya datang ke imam kelompoknya datang melaporkan kejadian seperti ini, apakah tadi jamaahnya dihukumi mati khusnul khotimah, bapak imam begini, artinya tidak bisa menghukumi seperti ini, maka untuk itu, di dalam tek,s ada, sodara sekalian yg usianya 25 tahun, yg masih produktif, maka perlu menabung, msih inget kan teks yg dulu, 25 thn- 50 thn, saya itu, ada teks nya,  maka menabung di tanah atau di hal-hal yg berharga, kemudian pada saatnya seperti itu, maka bisa datang kepada pak kiai daerah, kiai saya menyerahkan diri saya, sudah tua seperti ini,  ingin terjaga ibadahnya, ya kan ... maka, ini saya pny celengan seperti ini, musyawarah, kiai daerah, siapa yg mau ngurusi ini, siapa yg mau ngurusi ini, iya kan..

Bahkan perlu itu disitu bikin tempat manula, diramut yg baik, atau nasehat berikutnya supaya sabar, jadi anak jamaahnya melarat menerima orang itu bisa sabar, orang tua itu bisa sabar, dalam mendapat cobaan seperti tadi. Itu dalam kaitan kita menetapi kewajiban 5 bab karena Allah, sekarang dalam kehidupan bermasyarakat, maka dengan, berapa menit lagi, 3 menit lagi.

Saya singkat, Alhamdulillah bapak imam berijtihad, dalam kehidupan bermasyarakat, saya selalu mengatakan, dakwah kita soft, jadi soft itu tidak lagi menyinggung pada ranah usholi, beduk dan kentongan, itu enggak..hehehe.  jadi disini kita, kita memegang pada suatu dalil ....sesungguhnya cara beribadah mereka pake usholi, kita tidak jangan ikut, tetapi pergaulan, pergaulan yg positif, yg tidak melanggar secara aturan Allah Rosul, atau Quran Hadist dan ijtihad bapak imam, ya kan.. itu kita bisa, bahkan kita dalam kehidupan, kemarin ada sarasehan bagaimana pancasila supaya lebih ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat beragama, tadi saya mangkul pagi sore dari pak kiai kasmudi, Cuma sumbernya dari rowahy bukhori atau muslim lagi dicari, .....

pergaulilah manusia dengan kira-kira beberapa agamanya, dan tempatkanlah manusia, dengan sekira-kira tempatnya mereka, jadi ini adalah saya katakan LDII dalam segi dakwahnya, adalah mengakui dan menghormati kemajemukan bangsa kita, maka kita selalu tekankan konflik karena ras, itu karena kurang pahamnya pancasila, yg sekarang disebut  4 pilar bangsa, yaitu Bhinekka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 45 dan NKRI, bahkan dalam ijma’ ulama ini final, barang siapa yg ingin merusak NKRI , juga untuk itu LDII dalam MUNAS yg ke-7 kemarin, anggaran dasarnya tetap yaitu berdasarkan Pancasila, saya katakan di musda-musda daerah, muswil daerah, LDII dakwahnya green, soft, lunak, saling menghormati, berdasarkan QH, memperhatikan kesehatan,  bahwa di LDII, warga LDII tidak ada yg merokok, karena LDII dakwahnya memperhatikan kesehatan, kemudian LDII tidak radikal, LDII memusuhi terorisme, karena itu bertentangan dengan ajaran Islam, dan tidak ada contoh dari para rosulullah, bapak polisi ada disitu, Kapolda, saya jelaskan, maksudnya, kita dengan mengatakan seperti itu, kita bukan NII, karena selama ini orang menggiring selalu kepada apa-apa yang radikal,  keras NII, untuk itu kita tegaskan kepada mereka bahwa kita, walaupun tidak mengatakan NII, mereka harus bisa membaca itu, bahkan waktu kita mengundang acara halal-bihalal, ini kultural mereka, kita mengundang dubes-dubes ASEAN, pernah ditanya oleh sekretarisnya sodara Yunes , pertahanan Singapur, kapan ldii melakukan deradikalisasi? Wuh, kaget kita, kita tidak pernah dakwah kita radikal, kita soft, kita jelaskan semua, dan ini kita kumandangkan kepada seluruh kawan-kita yg ada di daerah supaya dakwah kita soft, dakwah kita tetap membangun kemashlahatan umat, dakwah kita tasyabuh, toleransi, tidak mencaci usholi, saya katakan begitu, tidak mencaci tahlilan, tidak mencaci qunutan, kita adalah disini, sangat menghormati, karena kita menghormati ikhtilaf, perbedaan, bagaimana tentang Ahmadiyah, itu i’tirof, perlu diamputasi, menurut pak kiai ma’ruf, karena itu penyimpangan daripada agama islam tetapi dia sbg bangsa harus dihormati, dan diakui dan di lindungi, itulah aturannya Pemerintah, yang mengatur dalam SKB, jadi kita jelaskan, ttg keputusan kita kpd Ahmadiyah mengikuti keputusannya MUI, inilah nah untuk itu kenapa ldii dijadikan ijtihad bapak imam, supaya kewajiban 5 bab masing-masing jamaah lancar sampai ajal kita masing-masing, itu intinya, tapi tidak berarti memansuh ayat tadi, Al-Baqoroh 214, tetep cobaan itu ada, ya kan namun kita coba berusaha.

Karena tugas organisasi yg diamanati Bapak Imam adalah satu, adalah bajui jamaah, nutupi jamah, kemarin secara simbolik, sudah dilakukan, yg kedua gambuhi pejabat, dulu aslinya seperti itu, artinya kekuatan-kekuatan sosial, sekarang bergaulah, gambuhilah semua para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh politik, bahkan pejabat termasuk, kemudian yg ketiga ngatasi gegeran, ngatasi gegeran, yang keempat membantu keimaman meramut dan membina jamaah, ah saya kira seperti itu yg dinasehatkan kepada organisasi.(*15)

Saya kembali pada satu keberanian tadi, wkt dulu pak dhohir dilapori, saat ada penginsof baru di daerah Mutong, sulawesi tengah, kmd disitu ada seorang Lurah Aghnia insof, eh orang aghniaya, orang kaya tp  luar, insof, tapi prilakunya setelah dia jadi jamaah, tetep dia membantu luar, tiba-tiba ada kua ingin jadi Lurah, dia trus kampanyenya akan menutup ldii, bahwa sesat dsb, kemudian namanya saudara Andi ini, jamaah kita, dikelilingi, mau diserang, dia mengerahkan masa, polisi sudah datang, eh sudah siap mengamankan, jangan ini menyalahi aturan, jika masuk kamu kehalaman itu dan di lawan oleh kita, kamu yg salah, wah ibu-ibu dan anaknya sudah dikebelakangkan, sodara Andi sudah siap dengan golok yg tajam, begitu dia pake lampu begini, mencari sodara Andi dan para jamaah itu, yang satu ditebas, lehernya lepas, yang satu dibacok, dan setelah itu masa bubar, alhamdulillah, di proses pengadilan, beliau dibebaskan dengan tanpa syarat, dengan tanpa, ee, karena membela, itu dilapori terus ke bapak imam, pak Dhohir,  beliau ketawa, hahahah...kalau spt ini jamaah keberaniannya, berarti kedepan QH jamaah maju, tapi sebaliknya waktu dilapori, Ahmadiyah diserang oleh Muhammadiyah, kemudian LDII biasa, dijadikan sasaran kedua, NTB, ketua DPD nya ngomong, kita tinggalkan saja semua, gampang harta bisa dicari, akhirnya untung kita berbuat baik dengan tetangga, sudah budi luhur, harta benda yg berharga diamankan oleh tetangga yang orang luar itu, tidak habis semua, tapi begitu lapor bapak Imam, bapak Imam langsung menangis, kalo jamaah, dihadapi jamaah-jamaah penakut, bagaimana nasib perjuangan QHJ kedepan, dari 2 contoh ini, saudara bisa mengambil maknanya, berarti kita tadi kembali, sudah ada jaminan Alla, akan diselamatkan,  berarti sodara sekalian harus berani, sekali lagi, apakah saudara berani? tentu dengan mengikuti aturan-aturan, ya kan..(*16)

 Jangan sampe, saya dinasehati juga,  pak rohim, masih 1 menit ada? Pak Rohim Emtu,
dulu memprediksi, singkat aja, Bapak H.Nurhasan, jamaah kalo sudah banyak, jamaah akan ada 4 golongan, golongan pertama, pejuang, jadi jamaah pejuang ini adalah yg selalu ibadahnya menjaga niatnya krn allah, tidak salah niat, yang kedua selalu memurnikan ibadahnya, tidak dicampuri bid’ah, kurafat, tahayul, yang ketiga yang tetap bisa melaksanakan Fatonah Bitonah Budi Luhur, yang kedua penjilat, yang ketiga pengkhianat, dan yang keempat jadi penjahat.(*17) Saya tidak akan mengurai lagi, Bahkan Pak Rohim saya tanya lagi tadi, boleh gak saya sampaikan di forum ini, apa itu yang disampaikan oleh pak H. Nurhasan, karena jamaah sudah besar, itu sudah siap kita antisipasi kalo memang seperti itu akan ada, bahkan kalo kita saksikan dalam perjalanan ini, itu merupakan hal cobaan-cobaan bagi kita, cobaan dari dalam, ya kan ... Saya sekian, mudah-mudahan, apa yg disampaikan tadi Allah memberikan manfaat dan barokah, lebih kurangnya mohon maaf, akhirul kalam, saya tutup dengan doa, .....
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh

PENJELASAN REKAMAN ABDULLAH SYAM DI ATAS :
Muqaddimah FRIH :
  1. Alhamdulillaah, Segala Puji Bagi Allah Yang Terus Menerus Menjaga Al Haq.. salah satunya dengan cara Membongkar Kebathilan
  2. Berikut adalah transkrip dari nasehat pembela akidah sesat ciptaan Nurhasan : Abdullah Syam, ketua LDII yang tidak lain adalah baju atau topeng dari sekte Islam Jamaah..
  3. Kesesatan Islam Jamaah / LDII bukan hal baru, namum mulai sekitar 1997 LDII makin menggencarkan tipuannya yang mereka sebut “PARADIGMA BARU LDII”. Mereka mengaku sudah berubah.. namun bukti yang ada dihadapan anda adalah BUKTI NYATA bahwa LDII adalah LDII , Lembaga DUSTA.. yang masih terus menerus bersikukuh bahwa Jamaahnya adalah JALAN TUNGGAL KE SURGA dan Umat Islam selainnya adalah Orang KAFIR dan WAJIB MASUK NERAKA.
  4. Camkan dan pelajari makna dari nasehat ini ( download mp3nya di link dibawah, dan jangan lupa untuk melihat fatwa ulama besar Makkah di MasjidilHaram terhadap ajaran LDII ini )
  5. Semoga Allah menolong Al Haq dan semua pembelanya... serta menghancurkan Al Bathil dan semua pembelanya
Penjelasan *1:
  • CAI adalah singkatan dari Cinta Alam Indonesia, sebuah organisasi kepemudaan yang dibentuk untuk menjadi baju cadangan sekte Islam Jamaah selain LDII, Persinas ASAD, SENKOM, UB
  • Kegiatan CAI diantaranya adalah : pengajian dan pemantaban kader-kader generasi penerus pembela ajaran Nurhasan. Di dalam rekaman ini, acara CAI yang dimaksud adalah sebuah perhelatan besar yang biasanya dilakukan di wonosalam jawatimur, diisi nasehat pembinaan oleh para Petinggi sekte Islam Jamaah / LDII. Mulai dari Imamnya (Saat ini Sulthon Aulia bin Nurhasan, dan juga wakil-wakilnya serta pengurus organisasi yang berfungsi sebagai kedok sekte ini yaitu LDII)
  • Rekaman ini adalah suara aseli ketua LDII yaitu Abdullah Syam
  • Acara CAI ini ada di tahun 2011, yang beberapa tahun sebelumnya di depan ketua MUI sudah bersumpah bahwa tidak ada yang namanya imam, baiat, tidak mengkafirkan umat islam selainnya. Abdullah Syam bersumpah bahwa LDII bukan penerus ajaran Nurhasan. Namun suaranya sendiri yang membantah sumpah palsunya itu
  • Unsur keimaman maksudnya seluruh Imam-imamnya Islam Jamaah yang hadir di acara itu
Penjelasan *2:
  • Orang Jamaah adalah para warga sekte Islam Jamaah / LDII yang tentunya sudah berbaiat kepada imamnya saat ini yaitu Sulthon Aulia Abdul Aziz bin Nurhasan (anak pendiri sekte  Islam Jamaah)
Penjelasan *3 :
  • INILAH BUKTI NYATA PENGAKUANNYA SENDIRI : Bahwa ajaran yang dibajui, yang diumpetin, yang ditutup-tutupi oleh LDII adalah sekte sesat Islam Jamaah bikinan Nurhasan Al Kadzdzab
Penjelasan *4 :
  • Amrin Jamiin diambil dari bahasa arab yang artinya perkara yang terkumpul, maksudnya adalah kegiatan islam jamaah yang sudah disepakati lewat acara musyawarah para pembela sekte ini
Penjelasan *5 :
  • Sekte Islam Jamaah / LDII meyakini kalau mereka beramal benar pasti diterima, kalau salah pasti diampuni. Dan juga meyakini kalo Umat Islam selain mereka beramal bener aja, PASTI GAK DITERIMA ALLAH, APALAGI SALAH, PASTI WAJIB MASUK NERAKA
  • Cak Yusuf yang dimaksud adalah Yusuf Thohir, menantu Nurhasan, yang bertugas sebagai bendahara harta sekte Islam Jamaah ini

Penjelasan *6 :
  • Sekte Islam Jamaah / LDII meyakini kalau mereka beramal benar pasti diterima, kalau salah pasti diampuni. Dan juga meyakini kalo Umat Islam selain mereka beramal bener aja, PASTI GAK DITERIMA ALLAH, APALAGI SALAH, PASTI WAJIB MASUK NERAKA
Penjelasan *7 :
  • Dapukan adalah nama lain dari jabatan. Warga sekte islam jamaah yang dipandang mampu, akan mendapat perintah dari keimaman (bisa dari imam pusat Sulthon Aulia atau dari wakilnya di daerah) yang harus ditunaikan. Kalau gak ditunaikan, pengurus itu atau pengemban amanah tanggunjawab itu akan diancam tidak masuk surga bersama imamnya
  • Sekte Islam Jamaah / LDII   memiliki beberapa baju atau topeng untuk menutupi ajaran rahasia ini diantaranya : LDII, CAI (wadah kepemudaan LDII), SENKOM (sentral komunikasi yaitu semacam intelnya LDII), Persinas ASAD (perguruan silat), PPG (Pembinaan Generasi Penerus LDII), UB (Usaha Bersama)
  • Sekte Islam Jamaah / LDII  meyakini bahwa membela ajaran islam jamaah adalah membela agama Allah.. sehingga mereka akan berbuat apapun (berdusta, menyuap, dsb) yang mereka bisa, termasuk MENDUSTAI DAN MEMBODOHI MUI, DEPAG DAN TOKOH MASYARAKAT
Penjelasan *8 :
  • Bukti nyata bahwa sekte Islam Jamaah memiliki organisasi intel selain LDII yaitu SENKOM. Sentra Komunikasi. Yang isinya ya warga sekte Islam Jamaah juga.
  • Ijtihad imam adalah bagian dari agama sekte islam jamaah / LDII. Imamnya berhak untuk membuat suatu aturan yang hukumnya wajib ditaati. Termasuk ijtihad imam adalah : boleh berdusta kepada selain warga islam jamaah ( disebut Bithonah ), harus menulis surat tobat ketika melanggar peraturan agama dan peraturan imamnya, harus menyetor upeti (biasa disebut isrun, atau persenan) dan lain sebagainya
Penjelasan *9:
  • Bukti bahwa di sekte Islam Jamaah / LDII ini DUSTA ITU SUATU AJARAN YANG MULYA, DILAKSANAKAN MULAI DARI IMAMNYA SAMPAI KE WARGA JAMAAHNYA DAN WAJIB HUKUMNYA. Wajib menutup segala bentuk kerahasiaan ajaran aselinya.
Penjelasan *10 :
  • Sekte Islam Jamaah / LDII  terus menerus berupaya agar bisa diterima oleh masyarakat umat islam dengan mendekati tokoh MUI baik di pusat maupun di daerah. >>> hal ini sangat berbahaya, karena tokoh MUI mudah sekali ditipu apalagi dengan kebiasaan LDII menyebar dan memberi hadiah dsb
  • Sekte Islam Jamaah / LDII meyakini bahwa ajaran inti sekte ini, disebut 5 Bab ( ngaji, ngamal, membela, sambung jamaah, thoat ) adalah karya besar Nurhasan yang tidak pernah keluar dari para ulama terdahulu. Para jamaah sekte islam jamaah memang sudah dibiasakan untuk selalu tergakum-kagum terhadap kesaktian, dan hal-hal yang dianggap kehebatan Nurhasan.
  • Tambahan : Setiap nasehat dalam keyakinan mereka harus berisi nasehat 5 Bab ini. Bahkan kalo gak berisi 5 bab, mereka anggap itu bukan nasehat
Penjelasan *11 :
  • Abdudhohir adalah anak Nurhasan, semasa hidupnya sebagai imam ke-2 yang meneruskan dinasti sekte Islam Jamaah
  • Ulama 10 : termasuk ulama papan atasnya sekte Islam Jamaah
Penjelasan *12 :
  • Sekte Islam Jamaah selalu mengandalkan dalil yang bersumber dari atsar Umar, yang dipandang oleh ahli hadits sebagai atsar DHOIF.. makna jamaah ini dibajak, yaitu jamaah seperti jamaahnya Nurhasan
  • Seandainya Atsar ini tidak DHOIF pun, makna jamaah adalah siapapun yang melaksanakan apa yang dilaksanakan oleh Nabi dan Sahabat.
  • Jelas, bahwa Sekte Islam Jamaah yang diyakini oleh Abdullah Syam dan warga LDII : selain mereka KAFIR!
Penjelasan *13 :
  • Aziz Ridwan adalah salah satu ustadz LDII yang dideportasi oleh pihak kerajaan Saudi Arabia karena dilaporkan masih mendukung ajaran Nurhasan yang sejatinya adalah KHAWARIJ campur SYIAH
Penjelasan *14 :
  • Makna Mati Husnul Khatimah di Islam Jamaah / LDII adalah : semasa hidupnya aktif dan mentaati peraturan Islam Jamaah / LDII.
  • Sumber makna ini adalah imam ke-2 mereka yang bernama Abdudhohir bin Nurhasan
Penjelasan *15 :
  • Islam Jamaah belum mengenal pelajaran akidah, Islam Jamaah gak sadar, bahwa keyakinan yang diyakininya, meyakini selainnya kafir inilah akar khawarij. Islam Jamaah gak sadar bahwa bithonahnya, boleh berdusta ke selainnya adalah justru ajaran Syiah..
  • Islam Jamaah gak sadar segala bentuk keyakinan mereka yang bathil adalah sebab kenapa masyarakat menolak kehadiran Islam Jamaah / LDII. Sehingga ketika dinasehati untuk merubah akidahnya , mereka malah merasa sedang digegeri.
  • Bukti bahwa untuk bisa tetep eksis, Islam Jamaah / LDII selalu bertaqiyyah, berdusta.. menipu semua komponen umat islam di indonesia dan dimanapun mereka berada.
Penjelasan *16 :
  • Cerita dari Kisah Nyata diatas adalah bukti, bahwa mereka mengalami gangguan kejiwaan yang parah. Akidah sesat akan berbuah kerusakan mental dan jiwa. Akidah khawarij yang mereka banggakan itulah kenapa mereka menghalalkan darah umat islam yang berusaha menasehatinya. Bahkan Imamnya yang Ke-2 senang dan tertawa mendengar ada jamaahnya yang mengalirkan darah umat islam.
  • Tambahan : di sekte Islam Jamaah, terbiasa membunuh karakter para mantan2 islam jamaah / LDII.. dengan tuduhan dan fitnahan : “ mereka ingin merusak yang kita cintai ini “ ... “ orang2 yang keluar dari jamaah itu salah niat... “ .... “ mereka bekerjasama dengan Yahudi ingin memadamkan agama Allah” dsb.. >>> Bukti bahwa untuk bisa tetep eksis, Islam Jamaah / LDII selalu bertaqiyyah, berdusta.. menipu semua komponen umat islam di indonesia dan dimanapun mereka berada.
  • Tambahan : di sekte Islam Jamaah dipelajar silat ASAD untuk bekal mereka berjihad. >>> lihatlah bahaya ini.. ajaran sesat + keahlian menipu + kemampuan menyuap pejabat dan tokoh agama + semangat jihad yang keliru = ancaman serius bagi umat islam dimanapun berada
Penjelasan *17 :
  • Lihatlah bahaya ini :  ajaran sesat  +  keahlian menipu  (Fathonah Bithonah Budi Luhur)  +  kemampuan menyuap pejabat dan tokoh agama  +  semangat jihad yang keliru  =  ancaman serius bagi umat islam dimanapun berada
  • Sudah ratusan mantan LDII dan terus bertambah, silahkan cek ke mereka, apakah ajaran LDII sudah ada perubahan ? atau malah semakin pandai berDUSTA ! ?
Nasehat FRIH :
  1. Kepada Seluruh Umat Islam : kami mohon atas nama Allah, untuk menyebarkan berita faktual ini keseluruh komponen umat islam, mulai dari diri dan keluarga, mesjid-mesjid sekitar rumah dan perkantoran, dan kepada siapapun umat islam untuk membentengi Akidah Umat Islam disertai file mp3nya
  2. Kepada Media Islam : kami mohon atas nama Allah, untuk turut senantiasa memberitakan hal ini demi menjaga akidah umat.
  3. Kepada MUI Pusat, DEPAG : kami mohon atas nama Allah, untuk segera menindak lanjuti hal ini dengan serius. Takutlah pada adzab Allah yang akan ditimpakan kepada MUI dan DEPAG yang terus melindungi ajaran sesat ini
  4. Kami siap berdialog dengan semua komponen umat islam untuk menolong meluruskan akidah sodara kami di Islam Jamaah / LDII
  5. Kami siap sumpah Mubahalah bila dianggap memberikan keterangan dusta


Tambahan Informasi :
Link Fatwa Syaikh Yahya, Ulama Senior Pengajar di MasjidilHaram Khusus ajaran Islam Jamaah / LDII
Link MP3 Nasehat CAI 2011 - Complete Edition :

http://www.4shared.com/music/RvqDhNVb/BpHSulthon_Aulia.html

Format Postingan Lama 
Muqaddimah FRIH :
  1. Alhamdulillaah, Segala Puji Bagi Allah Yang Terus Menerus Menjaga Al Haq.. salah satunya dengan cara Membongkar Kebathilan
  2. Berikut adalah transkrip dari nasehat pembela akidah sesat ciptaan Nurhasan : Abdullah Syam, ketua LDII yang tidak lain adalah baju atau topeng dari sekte Islam Jamaah..
  3. Kesesatan Islam Jamaah / LDII bukan hal baru, namum mulai sekitar 1997 LDII makin menggencarkan tipuannya yang mereka sebut “PARADIGMA BARU LDII”. Mereka mengaku sudah berubah.. namun bukti yang ada dihadapan anda adalah BUKTI NYATA bahwa LDII adalah LDII , Lembaga DUSTA.. yang masih terus menerus bersikukuh bahwa Jamaahnya adalah JALAN TUNGGAL KE SURGA dan Umat Islam selainnya adalah Orang KAFIR dan WAJIB MASUK NERAKA.
  4. Camkan dan pelajari makna dari nasehat ini ( download mp3nya di link dibawah, dan jangan lupa untuk melihat fatwa ulama besar Makkah di MasjidilHaram terhadap ajaran LDII ini )
  5. Semoga Allah menolong Al Haq dan semua pembelanya... serta menghancurkan Al Bathil dan semua pembelanya

Assalamualaikum Warohmatullahi wabarakatuh,

https://www.youtube.com/watch?v=KsjiYHvhYHs 
Alhamdulillahi ladzi hadana li hadza, ...
Amabadu’

Yang kami hormati para peserta CAI 2011, baik dari unsur keimaman maupun para pengurus dan peserta CAI.

Penjelasan FRIH :
  1. CAI adalah singkatan dari Cinta Alam Indonesia, sebuah organisasi kepemudaan yang dibentuk untuk menjadi baju cadangan sekte Islam Jamaah selain LDII, Persinas ASAD, SENKOM, UB
  2. Kegiatan CAI diantaranya adalah : pengajian dan pemantaban kader-kader generasi penerus pembela ajaran Nurhasan. Di dalam rekaman ini, acara CAI yang dimaksud adalah sebuah perhelatan besar yang biasanya dilakukan di wonosalam jawatimur, diisi nasehat pembinaan oleh para Petinggi sekte Islam Jamaah / LDII. Mulai dari Imamnya (Saat ini Sulthon Aulia bin Nurhasan, dan juga wakil-wakilnya serta pengurus organisasi yang berfungsi sebagai kedok sekte ini yaitu LDII)
  3. Rekaman ini adalah suara aseli ketua LDII yaitu Abdullah Syam
  4. Acara CAI ini ada di tahun 2011, yang beberapa tahun sebelumnya di depan ketua MUI sudah bersumpah bahwa tidak ada yang namanya imam, baiat, tidak mengkafirkan umat islam selainnya. Abdullah Syam bersumpah bahwa LDII bukan penerus ajaran Nurhasan. Namun suaranya sendiri yang membantah sumpah palsunya itu


Pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur kpd Allah subahan wa ta’ala, bahkan untuk kita org jamaah tidak pernah berhenti setiap saat untuk selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat  yg telah diberikan kepada kita semua, seandai kata nikmat itu kita ingin menghitung satu-persatu, tapi tetap tidak bisa, sesuai dengan firman Allah waintaudzu ni’matallahi lausuha...

Penjelasan FRIH :
  1. Orang Jamaah adalah para warga sekte Islam Jamaah / LDII yang tentunya sudah berbaiat kepada imamnya saat ini yaitu Sulthon Aulia Abdul Aziz bin Nurhasan (anak pendiri sekte  Islam Jamaah)


Selanjutnya berkat pertolongan Allah kita setelah  jamaah ini dinasehati, kemudian dididik, diajari ngaji QH sebagai pedoman ibadah, akhirnya paham, ternyata dari sekian nikmat yang  telah diberikan oleh Allah kepada kita , nikmat hidup sekali ini, dijadikan jadi org jamaah, merupakan nikmat yg pol, dari sekian nikmat yg telah diberikan kepada kita, tentu pernyataaan itu adalah berdasarkan dalil2 alQuran dan alHadist yg sdh kita ketahui bersama, untuk itu pilihan Allah kita hidup sekali  ini dijadikan orang jamaah kita wajib mensyukurinya, dengan kalimat syukur Alhamdulillahi robbil alamiin.

Bisanya kita bersyukur dan memahami pilihan Allah kita jadi orang jamaah ini, juga tidak terlepas dari peran para perantara, yg kita rasakan, kita nilai jasanya cukup besar, kalau kita urut sejak junjungan kita nabi muhammad shollalahu alaihi wassalam para sahabat, para tabiin, orang2 yg dekat kpd tabiin, akhirnya sampailah kpd putra indonesia terbaik yaitu Bapak Kiai Haji Nurhasan al Ubaidah Lubis yg saat itu kita angkat sebagai amir kita, kemudian di lanjutkan setelah beliau tiada, perantara yg berikutnya yaitu adalah kiai haji sueh abdul dhohir dan juga kita angkat sebagai amir kita, yg pada berikutnya lagi kita kenal yaitu setelah beliau tiada kita angkat lagi sebagai amir kita yaitu kiai haji abdul aziz sulthon aulia, karena kenapa saya utarakan seperti ini beliau dari mulai bapak haji nurhasan sampai yg sekarang bapak abdul aziz tentu punya wakil2nya punya mubalegh-mubaleghot dan para jamaah, melalui perantara2 itu berperan dan akhirnya berkat pertolongan Allah kita dipilih dan punya kepahaman sebagai pilihan yang pol kita dijadikan oleh Allah orang jamaah ini. Untuk itu wajib kita mensyukurinya dengan mengucapkan kalimat syukur alhamdulillah jazahumullahu khoiro.

Penjelasan FRIH :
  1. INILAH BUKTI NYATA PENGAKUANNYA SENDIRI : Bahwa ajaran yang dibajui, yang diumpetin, yang ditutup-tutupi oleh LDII adalah sekte sesat Islam Jamaah bikinan Nurhasan Al Kadzdzab

Selanjutnya kepada bapak-bapak dan sodara sekalian yang hadir pada forum ini telah menetapi  amrin jamiin  yang sudah disepakati dimusyawarahkan sehingga kita disini bisa menimba ilmu, bisa menerima gemblengan, bisa menerima hal-hal yg  belum kita miliki, yang akhirnya kita menjadi suatu generasi penerus perjuangan QHJ, untuk itu saya mensyukuri secara pribadi atas semangat dan kehadiran saudara2 dengan mengucapkan kalimat syukur Alhamdulillah jazakumullahu khoiro, selanjutnya para warga jamaah dengan adanya kita bisa syukur seperti itu, saya ingin menyampaikan pada malam ini, rasa syukur kita dipilih oleh Allah jadi orang jamaah dan semangat  juang oleh Allah orang jamaah, dan bagaimana jamaah punya kewajiban-kewajibannya, supaya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, memberikan kelancaran sampai ajal kita masing-masing.

Penjelasan FRIH :
  1. Amrin Jamiin diambil dari bahasa arab yang artinya perkara yang terkumpul, maksudnya adalah kegiatan islam jamaah yang sudah disepakati lewat acara musyawarah para pembela sekte ini

Pertama mengenai hal-hal yang kita dipilih oleh eh jadi orang jamaah, saya disini memperkuat ijtihad nasehat bapak imam dan merefer mengacu kepada nasehat2 penasehat2 yg terdahulu bahwa, dulu kita pernah menerima nasehat, saya tahun 74-75, kita dipilih oleh eh jadi orang jamaah oleh Allah itu adalah pol, untung besar, ibadahnya diterima, kemudian nek’ salah diampuni, laa gitu, maaf saya campur-campur, karena belajar juga bahasa jawa, ternyata setelah kita ngaji dan paham adalah ada 2 dalil yg kita pegang, yaitu tadi pagi atau kemarin, cak yusuf sdh menyampaikan, makanya saya merefer dan memperkuat jadi man amilan lillah fi jamaatin fa ashoba qobillalloh minhu wain akhto ghofarola; jd baranga siapa yg beramal ibadah dengan karena Allah dirinya sudah di dalam jamaah dengan perkataan ini  dipilih oleh Allah jadi orang jamaah, kemudian ibadahnya pas dan benar  teori prakteknya sesuai dengan alquran dan alhadist, atau teori prakteknya seperti yang dicontohkan oleh rosulullah shollullahu alaihi wassalam,maka ibadah nya diterima bagi orang tersebut, apabila dia salah, fa in akhto ghufarola dengan tidak sengaja, maka Allah akan mengampuni,  jadi bejo dan untung kita dipilih jadi org jamaah, ibadahnya diterima, nek ada kesalahan dengan tidak sengaja diampuni oleh Allah, apalagi kesalahan itu faktor keterbatasan, kita dulu untuk memenuhi ijtihad bapak imam bagaimana para imam sholat harus bacaanne bertajwid, bolak balik susah mengucapkan kata-kata itu, bersyukurlah ada dalil, wa in akhto ghofarola, karena keterbatasan kita, kita sehingga tidak bisa, ya kan.. alhamdulillah yakin kita  allah mengampuni, tetapi sebaliknya, man amila yaf taghil firqoh, barang siapa beramal ibadah mencari firqoh, dirinya oleh Allah tidak dipilih jadi orang jamaah, fa ashoba, teori praktek kelihatan pas secara QH, tapi lam ya taqobalillah minhu, jawabannya tetap ibadahnya tidak diterima, wa in akhto fal yatabawa makhdahu minna nar,  jika dia sholat jelas, walaupun kata2nya silahkan duduk diatas api neraka, tetap di neraka itu polnya siksaan, polnya kesengsaranan.

Penjelasan FRIH :
  1. Sekte Islam Jamaah / LDII meyakini kalau mereka beramal benar pasti diterima, kalau salah pasti diampuni. Dan juga meyakini kalo Umat Islam selain mereka beramal bener aja, PASTI GAK DITERIMA ALLAH, APALAGI SALAH, PASTI WAJIB MASUK NERAKA
  2. Cak Yusuf yang dimaksud adalah Yusuf Thohir, menantu Nurhasan, yang bertugas sebagai bendahara harta sekte Islam Jamaah ini

Maka dengan demikian 2 dalil ini bisa kita apa pembedanya, mungkin kita dalam keseharian, melihat orang mau sholat misalkan di mesjid umum, kok wudhu nya kita perhatikan sama,  pakaian sama, semua cara sholatnya sama, ya kan .. kadang2 kita terpengaruh jangan2  ini “orang kita” yakan gitu.. tetapi sekarang  banyak yang seperti itu, maka dengan keyakinan ini kita coba nanya, bapak sambung dimana ,  ngajinya atau gimana gimana, dengan wawancara yg penuh lembut tidak mencurigakan, maka dari situlah bapak tahu, oh ini bukan org jamaah.

Jadi 2 dalil ini menjadi pembeda, diterima dan tidaknya ibadah adalah persoalannya di pilihan jamaah. Walaupun kelihatannya kesehariannya teori dan prakteknya pas, maka dulu ada nasehat  kalo kita tidak jamaah,walaupun bener tetep salah,  karena endingnya hasil akhirnya tetep masuk neraka.

Penjelasan FRIH :
  1. Sekte Islam Jamaah / LDII meyakini kalau mereka beramal benar pasti diterima, kalau salah pasti diampuni. Dan juga meyakini kalo Umat Islam selain mereka beramal bener aja, PASTI GAK DITERIMA ALLAH, APALAGI SALAH, PASTI WAJIB MASUK NERAKA

Dan kepahaman ini harus dipegang yg kuat, kalo memang kita sudah memahami , syukur dipilih oleh Allah jadi orang jamaah, maka kita jga harus paham terhadap ujian, cobaan, rintangan, merupakan itu ujian bagi orang jamaah, yang namanya di uji itu bukan turun kelas tetapi untuk naik kelas, bahkan di dalam surat Al-Baqorah insya Allah 214, .....  “jangan menyangka kamu sekalian akan masuk ke dalam surga, sebelum diuji dicoba seperti umat2 terdahulu” apakah itu para rosul, apakah itu ya kita orang jamaah, ataukah orang2 para sahabat, itu diuji di coba, kita kembali kepada fokus jamaah, kalo itu dikatakan jangan menyangka kamu sekalian orang jamaah akan masuk surga sebelum diuji/dicoba seperti umat2 terdahulu, apa yang menimpa kepada diri kita tentu adalah kadang-kadang boro kita sampai kepada titik akhir kita menjadi miskin fakir yang berat, sampai kita digegeri, gonjang-ganjing, kadang2 dikurangi rezekinya, dulu sebelum  jamaah kaya setelah jamaah diberi oleh Allah mundur rezekinya atau sebaliknya,dulu waktu jadi jamaah miskin atau biasa-biasa saja setelah jadi jamaah Allah menguji menjadi kaya, ya kan begitu ...Nah dengan demikian maka kita paham bahwa kita dipilih jadi orang jamaah akan selalu diuji oleh Allah, sehingga pada suatu saat dihadapan Allah, merintih manasrullah, mana pertolongan Allah, dijawab ingatlah pertolonganKu dekat.

Makanya dulu kita sering mendengarkan nasehat dari  kiai haji toyibun ribuan rintangan jutaan pertolonga,  miliyaran kemenangan, surga pasti. Kita paham disini, kalau kita sudah paham dipilih jadi orang jamaah, kemudian kita paham jamaah akan diuji dan dicoba maka Allah terus memanggil Ya Ayyuhalladzina amanu intan shurullah yashuruqum waya aqdamahum, ya ya ni abu nada jika kamu sekalian menolong agama Allah, maka Aku akan menolongmu.  Memanggil Abu Nada, Ya Ayyuhaladzina amanu, hai generus jika kamu menolong agama Allah, maka kamu akan ditolong oleh Allah, siap Allah, ya kan begitu kan ya kan... umpama kita harus seperti itu. Senkom ada kita siap siap, karena ini panggilan ya seruan ya kan... jadi harus kita bisa merasakan bahwa kita dipanggil untuk Allah, menolong agama Allah, maka untuk itu di dalam hal ini ya kan.. bapak imam berijtihad dalam jamaah diberikan dapukan2, ada dapukan pengurus kedalam untuk mengurus keimaman, ada dapukan sebagai pengurus organisasi, ada dapukan sebagai pengurus senkom, ada dapukan ppg, ada persinas asad dan semua, itu semua dalam konteks kita diberikan amal sholeh, memenuhi panggilan Allah menolong agama Allah.

Penjelasan FRIH :
  1. Dapukan adalah nama lain dari jabatan. Warga sekte islam jamaah yang dipandang mampu, akan mendapat perintah dari keimaman (bisa dari imam pusat Sulthon Aulia atau dari wakilnya di daerah) yang harus ditunaikan. Kalau gak ditunaikan, pengurus itu atau pengemban amanah tanggunjawab itu akan diancam tidak masuk surga bersama imamnya
  2. Sekte Islam Jamaah / LDII   memiliki beberapa baju atau topeng untuk menutupi ajaran rahasia ini diantaranya : LDII, CAI (wadah kepemudaan LDII), SENKOM (sentral komunikasi yaitu semacam intelnya LDII), Persinas ASAD (perguruan silat), PPG (Pembinaan Generasi Penerus LDII), UB (Usaha Bersama)

Saya akan tanya, apakah generasi muda siap menolong agama Allah? (jamaah menjawab) : “siaaap”...
Alhamdulillah Jazakumullahu khoiro, serempak saya tidak ulang lagi, karena saya liat semangatnya seperti itu, kemudian kalo memang demikian, maka Allah akan menjamin kepada kita, ...... jika demikian kemudian utusan2 ku dan kamu orang jamaah wajib oleh Allah akan diselamatkan, saya bertanya, berarti sodara2 takut atau tidak? Hah? Saya kurang mendengar itu, ya kan..

Jadi sebagai orang jamaah di dunia ini punya rasa takut atau tidak, kalo memang sudah ada jaminan Allah? “Tidaaak”.... Sanggup sodara menolong agama Allah? “Sangguuup” Alhamdulillah Jazakumullahu khoiroh.



Penjelasan FRIH :
  1. Sekte Islam Jamaah / LDII  meyakini bahwa membela ajaran islam jamaah adalah membela agama Allah.. sehingga mereka akan berbuat apapun (berdusta, menyuap, dsb) yang mereka bisa, termasuk MENDUSTAI DAN MEMBODOHI MUI, DEPAG DAN TOKOH MASYARAKAT

Jadi kalo memang demikian jangan ada, praktek di lapangan, ijtihad bapak imam ada senkom, disebut LDII takut, Pak, saya bukan LDII tapi Senkom, ini keliru. Jawaban yang benar, Iya, Pak, saya LDII. Ada satu jawaban dejure’ menurut aturan, ada yg  1 jawaban defacto, jawaban dejure’ belum ada aturan yang  melarang dari undang-undang sampai kepada peraturan pemerintah, perda, dan dipaling bawah,  melarang  warga ldii masuk senkom, kan begitu? ... juga praktek pada umumnya, orang nu banyak yg masuk  partai PKB, ada yg masuk partai Hanura, ada yg masuk mana lagi partai Demokrat, sebagainya dsb. Ini adalah jawaban antara dejure dan defacto jangan karena takut disebut ldii terus menjadi nyelimur, atau apa nyelimur istilahnya? Bahwa mengalihkan perhatian saya bukan senkom itu tidak benar, maka dijawab oleh ijtihad bapak imam, saya ldii dan bisa jadi anggota senkom sebagai mitra polri, kan begitu, paham / tidak? Ya kan...

Penjelasan FRIH :
  1. Bukti nyata bahwa sekte Islam Jamaah memiliki organisasi intel selain LDII yaitu SENKOM. Sentra Komunikasi. Yang isinya ya warga sekte Islam Jamaah juga.
  2. Ijtihad imam adalah bagian dari agama sekte islam jamaah / LDII. Imamnya berhak untuk membuat suatu aturan yang hukumnya wajib ditaati. Termasuk ijtihad imam adalah : boleh berdusta kepada selain warga islam jamaah ( disebut Bithonah ), harus menulis surat tobat ketika melanggar peraturan agama dan peraturan imamnya, harus menyetor upeti (biasa disebut isrun, atau persenan) dan lain sebagainya

Tapi jangan sampai menjadikan ijtihad keimaman takut ke yg satu lari ke yang lain, itu tidak benar, maka yang penting keberanian tadi, dijawab dengan aturan kita sebagai warga negara yg baik mentaati peraturan pemerintah yang sah, dijelaskan secara baik dan benar, nah maka kalau memang sudah paham kita, ya kan kita sebagai syukur sebagai orang jamaah, tolong panitia kalo nanti kepanjangan nanti di ingatkan.


Jadi nah kita siap ya kan, dengan memahami Quran Hadist Jamaah, maka dengan demikian saya bergeser sedikit terhadap pengertian-pengertian yang sekarang dikumandangkan, yaitu dalam dalil atau hadist nabi, innahu millah tsalatsa wa sabatin, sintani wasaquna finnar, wawahida finnar wa wal fi jamaah,  jadi nabi sudah memprediksi ke depan, prakteknya sekarang santantaniqu fis akan pecah Islam menjadi 73 golongan, bagaimana sekarang kenyataannya di luar, umat Islam yang ada di Indonesia dan ranah melayu, tidak mau dikatakan disebut “sintau wa sab’uuna fi nar”, maka orang NU mengaku saya aswaja, ahlus sunnah wal jamaah, demikian juga muhammadiyah, persis, dan lain-lainnya juga  aswaja, ahlus sunnah wal jamaah, saya bergeser sedikit, pada waktu imam kita yg pertama bapak Haji Nurhasan mengajak sebetulnya inginnya menerapkan ahlus sunnah wal jamah, tapi setelah diliat pada prakteknya mereka, tidak berpedoman ibadahnya kepada Alquran dan AlHadist, dan praktek ibadahnya banyak bid’ah2, saya pernah sekolah di madrasah waktu itu, agak kritis kepada guru, diajari masalah sholat, mahua taarifu sholah, apa pengertian sholat, menurut guru saya di madrasah dan para kiai pada umumnya, sholat itu pengertiannya menurut definisi adalah serangkaian ucapan dan gerakan yg dimulai takbir dan diakhiri dgn salam, kalau kita di hadist, .... tapi prakteknya pak kiai kenapa harus pake usholi? Usholli fardul maghribi misalkan, dikejar-kejari itu ya bid’ah hasanah, dikejar2 bidatun dhollalah, dhollah fi nar, dan banyak lagi. Nah setelah kita lihat maka, bapak Alhamdulillah dengan kecerdasan beliau, bapak imam kita bapak haji nurhasan, maka dibuatlah QHJ, makna sebenarnya adalah ahlus sunnah wal jamaah,  sebab kalo diajak dulu ahlus sunnah wal jamaah, umpama ajakan ini paling, itu ya saya juga ahlus sunnah wal jamaah, ajakan pak Haji, ya biasa itu,tidak aneh, ya kan, maka dibuat istilah terminologi QHJ, saya penjelasannya dari kiai Kasmudi, begitu maka terus diajarkan, kitabusholla himpunannya jelas beda, hitam putihnya ini bidah ini tidak. Insya Allah paham ya sodara2?

Nah saya pernah dikritik, kenapa pak Abdullah Syam, orang LDII selalu QHJ tidak QH saja, ya saya jelaskan, tapi tidak seperti itu penjelasannya (maksud : saya jelaskan namun saya bithonahkan) , dijelaskan ya ini mengutamakan pedoman Quran Hadist, di dalam QH ada perintah2 wajib berjamaah, supaya warga LDII terngiang masalah jamaah itu rohmat, membangun sholat berjamaah, dsb2, gitu kan... ini kelihatannya ro’yu tapi supaya bisa diterima mereka, ya kan... karena mereka hanya dikenal QH, tapi Alhamdulillah beberapa mereka bisa terima, ya kan begitu...



Penjelasan FRIH :
  1. Bukti bahwa di sekte Islam Jamaah / LDII ini DUSTA ITU SUATU AJARAN YANG MULYA, DILAKSANAKAN MULAI DARI IMAMNYA SAMPAI KE WARGA JAMAAHNYA DAN WAJIB HUKUMNYA. Wajib menutup segala bentuk kerahasiaan ajaran aselinya.

Maka dengan demikian, kita paham sekarang, makna yang sebenarnya QHJ dikaitkan dengan dalil, dan istilah ini sodara sekalian, saya dgn pak kiai kasmudi atas ijin bapak imam hadir disuatu seminar tentang aswaja ahlussunnah wal jamaah mereka baru memberikan pengertian-pengertian definisi, tidak mau disebut  syintani wasab’una fi nar, tetapi saya ahlussunah wal jamaah, bermahzabnya imam syafi’i, dan tauhidnya ee.. , mana pak Kholil, Hasan Al – Azhari Ala Maqulidi? Atau apa? Nanti gampang kalo..pokok  itu.

Mereka mahzabnya ngaku Syafi’i, Kemudian ada yg juga mengaku mahzab lain, akhirnya saat itu dikumpulkan semua pokok mengakui salahsatu mahzab, tapi digeser kepada ijma ulama di Ponorogo thn 2006, komisi fatwa kumpul seluruh Indonesia MUI, untuk mengeluarkan ijtima ulama, disitu terpetik bahwa di dalam menetapi cara berfikir keagamaan, tahziatul manhaj, maka LDII, sama dengan berpikir cara berpikir ormas2 lain, dan juga MUI, yaitu kita menerangkan aswaja kita, ma ‘ana alaihi was ashabi, apa-apa yg ditetapi oleh rosul dan para sahabatnya, yaitu al-quran dan al-hadist, tidak dilanjutkan maka di dalam keputusan itjima ulama, karena tadi ini mengakui ahlussunah wal jamah, mengaku ahlu sunnah dikatakan ahlus sunnah wal jamaah dalam pengertian luas, nah ini menjadikan satu pegangan, jadi ternyata pada prakteknya di lapangan tidak mau orang disebut sintani wasaquna finnar, ya kan gitu ....

a .. nanti bagaimana cara kehidupan bermasyarakat saya jelaskan, ini dulu, kepahaman yang pokok dulu, kita pengertian, maka untuk itu ada respon, waktu kiai a prof dr. Kiai Agil Siroj, saat berkunjung ke Pondok, kalo LDII ahlus sunnah wal jamaahnya berpegang kepada koridor selama dalam koridor ma’ana alaihi wa ashabi, sama aswaja, sama ini telah di akui oleh mereka, jadi saudara sekalian, generasi muda, kalo kita berbicara masalah ahlus sunnah wal jamaah,kami juga dalam koridor itu, apa2 yang diterapin oleh para nabi dan para sahabatnya, yaitu al-Quran dan al-Hadist, dan Alhamdulillah, disini konsep MUI prof. ee.. kiai H. Ma’ruf Amin, pada saat di Malaysia, ya kan ... di Kuala Lumpur dijelaskan, sehingga menjadikan acuan untuk ranah Melayu, nah saya tadi dilapori jamaah dari Semarang, Pak Syam, MUI mau menandatangi klarifikasinya apabila LDII Jumatannya, bisa menerima pada jumatan yg pertama bulan itu, minggu pertama di imami oleh dari NU, sebagai Khotib dan Imam nya, yang ke2 dari Muhammadiyah, yang ke-3 terserah LDII, oh saya bilang, bagus, minta secara tertulis jangan lisan, kalo ada itu secara tertulis dari MUI, saya bawa ke MUI Pusat, bagaimana ini dgn ijma ulama ma’ana alaihi wa ashabi, pengertian aswaja huwa, ya tidak usah metiti seperti itu, tentu caranya harus, ini untuk memberikan semangat, jadi kita tidak usah takut, ajari aturan itu, saya akan berbicara dengan pak Kiai Ma’ruf seperti ini,  padahal Muhammadiyah tidak mau juga di imami oleh orang NU, itu praktek di lapangan, kenapa bapak-bapak dari Semarang, kok memaksa untuk LDII supaya begitu, ini gimana, bertentangan dengan ijtima ulama komisi fatwa, kita jelaskan, asal minta dengan tertulis, jangan bingung, iya kan... insya Allah paham ya? Jadi .. nah..

Dan Alhamdulillah saudara sekalian, kita 2006, menerima klarifikasi, pusat kerjaan, setelah DPP menerangkan klarifikasi LDII ada 8 klarifikasi, mungkin saya intinya saja bahwa 26 eh 21 propinsi sudah menerima secara tertulis, bahkan banyak di berbagai propinsi atau ada di berbagai propinsi jumlahnya cukup signifikan, yang jadi pengurus MUI propinsi, belum yg ada kabupaten/ kota, jadi orang-orang yg berpikir sempit, menurut kiai Ma’ruf, ini selalu melihat LDII, yan uluna bi ‘ain sukhti, melihat dengan cara pandang kebencian, tidak pernah ada baik, dikira cara-cara tadi itu dia, apa namanya logic, padahal emosi dia, kebodohan dia, jadi untuk itu saya menekankan kepada sodara-sodara, kita sebagai orang jamaah akan yakin ditolong oleh Allah, dan kita pelajari, sebagai warga negara yg baik, aturan-aturan itu, insya Allah paham? Generasi penerus? Nah kita lanjutkan lagi, maka dengan demikian kita, ya sudah mulai melihat, bahkan saya menukil, atau sebagai sifat pribadi jamaah, saya melihat, kemarin dari pak kiai kasmudi ada mukjizat ada karomah, saya merasa syukur,  bahasa ilham itu, melebihi dunia akademisi, bagaimana bapak H. Nurhasan, Imam kita, menelorkan sistematika kewajiban jamaah 5 bab, walaupun sumbernya dari Qur’an dan Hadist, belum ada seorang kiai manapun, yang tersohor, yg membuat sistematika, sehingga kita penuh dengan keyakinan, kontrol di dalam kewajiban-kewajiban kita, di dalam 5 bab itu, dan beliau juga di dalam hal suatu mekanisme, merumuskan sesuatu, itu selalu acara, rencana, kerja, kontrol, ini dalam dunia akademisi, ilmu management, planning, organizing, actuating dan controlling.



Penjelasan FRIH :
  1. Sekte Islam Jamaah / LDII  terus menerus berupaya agar bisa diterima oleh masyarakat umat islam dengan mendekati tokoh MUI baik di pusat maupun di daerah. >>> hal ini sangat berbahaya, karena tokoh MUI mudah sekali ditipu apalagi dengan kebiasaan LDII menyebar dan memberi hadiah dsb
  2. Sekte Islam Jamaah / LDII meyakini bahwa ajaran inti sekte ini, disebut 5 Bab ( ngaji, ngamal, membela, sambung jamaah, thoat ) adalah karya besar Nurhasan yang tidak pernah keluar dari para ulama terdahulu. Para jamaah sekte islam jamaah memang sudah dibiasakan untuk selalu tergakum-kagum terhadap kesaktian, dan hal-hal yang dianggap kehebatan Nurhasan.
  3. Tambahan : Setiap nasehat dalam keyakinan mereka harus berisi nasehat 5 Bab ini. Bahkan kalo gak berisi 5 bab, mereka anggap itu bukan nasehat


Kemudian lagi pak Abdu Dhohir, saya kalo laporan beliau selalu menanyakan, apa tujuannya kegiatan itu pak Syam, kita jelaskan, apa manfaatnya, berarti tadi tanya, goal/ tujuan atau objective, yang kedua beliau selalu nanya, apa manfaatnya bagi jamaah? Berarti outcome, apa hasilnya untuk jamaah, berarti output, beliau langsung bertanya, bagimana dampaknya atau pengaruhnya terhadap perjuangan QHJ, berarti impact, saya tercengang, terkagum dengan pertanyaan-pertanyaan beliau, saya katakan, kepada kawan-kawan DPP, ini adalah logical framework, yang sering dalam dunia kerja, dunia akademisi, selalu dilontarkan ini, trus berfikir beliau adalah bahasa ilham, jadi sangat banyak kelebihan-kelebihan, dalam hal sekarang bapak imam kita, lebih mengembangkan kepada musyawarah, dan melalui dalam managment, kalo anda berbicara organisasi, tanya DPP, berbicara hukum tanya ulama 10, dan selalu beliau melemparkan di musyawarahkan, hasil merupa musyawarah baru di ketok jadi ijtihad beliau baru kita menjawab sami’na wa atho’na masthato’na , nah ini hal  butir2 yang perlu dipahami, maka dengan demikian, kita sebagai warga jamaah syukur pol kepada Allah, kembali.



Penjelasan FRIH :
  1. Abdudhohir adalah anak Nurhasan, semasa hidupnya sebagai imam ke-2 yang meneruskan dinasti sekte Islam Jamaah
  2. Ulama 10 : termasuk ulama papan atasnya sekte Islam Jamaah

Kita dipilih jadi orang jamaah, kita dijadikan memiliki kepahaman-kepahaman seperti itu dan tentu ini pertolongan Allah dan harus dipelihara dan harus dijaga jangan sampai dirusak spt para pemakar dulu, apa yang merusak amalan2 kita itu harus di hindari, nah mungkin saya tidak akan menjelaskan detail disitu, tapi diwaspadai, jangan sampai amalan-amalan kita sejak insaf itu dirusak dengan perbuatan-perbuatan kita.

Kemudian lagi berikutnya di dalam kita, jamaah dinasehati , ya kan...bahwa berapa menit lagi, Pak? 4 menit lagi? 15 abu riyad?

Jadi terus beliau menasehati kepada kita, dan itu diteruskan oleh bapak wakil 4, dan para penerobos dan seterusnya, wakil-wakil beliau yg ada di daerah sampai kepada imam kelompok, kepada satu-satunya jamaah dinasehati dimana saja berada dalam keadaan bagaimanapun itu selalu dinasehati supaya menetapi, memerlukan dan mempersungguh nasehat pokok, nasehat utama, pertama yaitu paham jamaah, tadi sudah saya utarakan, jadi pahami jamaah itu seperti yang dinasehatkan Pak Cak Yusuf, insya Allah catatan sudah ada, dan kita lebih memahami satu kesimpulan daripada sabda khalifah umar, la islama ila bil jamaah, wala jamaata ila bi imaroh, wala imarota ila bil baiah, wala bil baita ila bi toah, biarpun di dunia ini mengatakan miliyaran orang saya jamaah eh saya Islam, tetapi bukan Islam kalo dia tidak jamaah, banyak di dunia ini juga mengatakan juga saya jamaah, ahlus sunnah wal jamaah, ya kan.. begitu, tapi dia kalo tidak ada amirnya, tidak bisa, jadi pahami seperti itu,

Penjelasan FRIH :
  1. Sekte Islam Jamaah selalu mengandalkan dalil yang bersumber dari atsar Umar, yang dipandang oleh ahli hadits sebagai atsar DHOIF.. makna jamaah ini dibajak, yaitu jamaah seperti jamaahnya Nurhasan
  2. Seandainya Atsar ini tidak DHOIF pun, makna jamaah adalah siapapun yang melaksanakan apa yang dilaksanakan oleh Nabi dan Sahabat.
  3. Jelas, bahwa Sekte Islam Jamaah yang diyakini oleh Abdullah Syam dan warga LDII : selain mereka KAFIR!

maka terusnya setelah ini, kemudian kita dinasehati, nasehat pokok satu paham jamaah, jangan sampai terpengaruh, bahkan harus berpengaruh, banyak nasehat-nasehat, pengaruh-pengaruh tadi itu dijelaskan lagi, jangan membaca buku-buku, yang sekiranya akan mempengaruhi keyakinan kita, kemudian pak Aziz Ridwan juga menjelaskan, ya kan.. hal-hal yg berkaitan untuk menjaga suatu amalan kita, jangan sampai tidak terasa kita merasa masih jamaah, padahal kelakuan kita sudah kepada ranah mengkufur ini juga harus diwaspadai,  kemudian yang ke2 supaya jamaah dimana saja berada, kapan saja, dalam keadaan bagaimanapun tetap sambung jamaah, kadang-kadang saudara didapuk sebagai pengurus, pengurus organisasi, sibuk, hampir tiap saat, tiap minggu musyawarah,  saya makna pengertian supaya sambung, bagaimana saya sambung sub kelompok dan kelompok, tetep kita perlu-perlukan, nah kemudian pak kiai kasmudi menjelaskan kepada saya, apakah makna sambung  itu harus secara fisik? Nah tentu kita dapat nasehat, jika di kelompok kita tidak bisa sambung kelompok dan kemudian ada acara yg lebih tinggi di desa atau daerah ataukah di pusat, ada satu musyawarah, kita memberitahu kpd imam kelompok kita, malam ini ada acara di pusat, tentu mekanisme nya ijin, iya kan gitu kan, itu sudah sambung, jadi sambung itu juga komunikasi, jadi imam kelompok sebagian diberikan kepada imam yg kita baiat, menyaksikan jamaahnya pergi kesana, dalam rangka memperkuat agama itu ke atas, ini etika itu harus dipegang, iya kan... sebagai jamaah yg paham, kemudian nasehat utama yg ke-3 adalah jamaah dimana saja berada, kapan saja, dalam keadaan bagaimanapun, supaya kewajibannya 5 bab Qur’an Hadist Jamaah dilaksanakan ditetapi diperlukan dipersungguh, kriteria nya sampai situ, jangan sampe ngaji cari sandaran, trus ngantuk, ya kan gitu kan... ini ngantuk, itu hebatnya telinga kita, begitu mubaleghnya mau selesai, langsung wah sudah selesai,kan gitu... tau itu udah selesai, itu bukan seperti itu, memang capek ya kan... ngantuk ada, manusiawi, ya kan gitu..tetapi kalo perlu kita  jalankan nasehat, ngantuk berdiri, wudhu, mandi, kan begitu... proses itu belum dijalani, bahkan saya suka tambah.. kalo perlu dinasehati itu mata, hai mata, kamu budi ashor, sekarang kamu gilirannya sambung, awas kalo kamu ngantuk, saya ganjel pake tusuk gigi, diganjel pake tusuk gigi, kredip-kredip, rasain loo,
hahaa gitu, gak papa nasehatin diri sendiri itu heheh... Jadi memerlukan, jadi e menetapi memerlukan terus menerus, memerlu-merlukan sampe berhasil, ya kan...

Penjelasan FRIH :
  1. Aziz Ridwan adalah salah satu ustadz LDII yang dideportasi oleh pihak kerajaan Saudi Arabia karena dilaporkan masih mendukung ajaran Nurhasan yang sejatinya adalah KHAWARIJ campur SYIAH

Mempersungguh lahir batin karena Allah di situ, jangan sampe jadi alasan, pak saya sibuk tidak bisa ngaji, padahal oleh Allah, inna kholaqna bi khadab, kita dijadikan oleh Allah ini, mahluk yg sibuk, jadi sibuk bukan jadi satu alasan, bagaimana bisa membagi waktu. Saya dinasehati dulu, Pak Kastaman Almarhum, saat mengatakan mengatur waktu, Pak Syam, yang mengatur waktu itu Allah, jadi yg benernya membagi waktu, jadi saya masih ingat itu, bagaimana kita membagi waktu, untuk ini, untuk ini, untuk ini, maka dengan demikian, apa yg 5 bab kewajiban kita itu, sudah diulang, ngaji qur’an hadist, dengan kriteria tadi mengamalkan qur’an hadist, membela qur’an hadist, sambung jama’ah secara qur’an hadist, taat pada Allah dan Rosul, dan bapak imam berserta para wakil-wakilnya, scr Quran Hadist, dan semuanya di garisbawahi, dan hatinya niat mukhlis lillah karena Allah, dulu ya pak Dhohir beserta para wakilnya, penerobosnya saya mendengar nasehat, makna karena Allah kita sudah tau, Allohuma ini asaluka ridho ka wal jannah, wa naudzubika min sakhotika wannar, dan banyak, selain kita mempelajari surat al-ikhlas, memahami surat al-ikhlas, tetapi yg saya maksud disini, karena Allah, adalah pekerjaan hati, yang tau diri kita dan Allah, maka ini diperkuat ada, 3 golongan, 3 orang di hadapan Allah, yg satu ahli membela, yg satu ahli dakwah, yg satu ahli perang, semua dikatakan kadzabta (bohong) karena itu riya’ annas, ingin dipuji oleh manusia sebagai dermawan, sebagai ahli ilmu, maka di hadapan Allah dilempar kepada neraka, jadi hanya tau diri kita dan Allah , adapun kita hanya menasehati, termasuk diri saya, kemudian dilanjutkan oleh penerobos saat itu, pak mariaman Alm. Di bogor. Jadi makna implementasi bagaimana, praktek ibadah karena Allah, jadi, diri kita, tenaga kita, pikiran kita, harta benda kita, jabatan kita, semua apa yg kita miliki, itu digiring untuk kepentingan akhirat, itu implementasi karena Allah, jangan sampai kita punya sepeda motor, untuk maksiat, ini generasi muda ni, cobaan nya, punya mobil untuk maksiat, semua digiring untuk kepentingan akhirat, itu sudah implementasi/ praktek2 di dlm karena Allah,krn masalah karena Allah menjadi penting, untuk keberhasilan amalan kita, maka kemudian pak Dhohir menasehati, saya ingat waktu nasehat di kediri, kalo tidak salah, barang siapa dlm kesehariannya bisa menetapi nasehat pokok, kemudian disaksikan pada saatnya dia ajal, itu dihukumi mati khusnul khotimah, trus ada yg bertanya, pak amir bagaimana yg dimaksud mati khosnul khotimah, oleh beliau dijelaskan, bahwa jmh yg mati khusnul khotimah yg kesehariannya, lain dengan mati sahid, itu maksud saya, ceritanya, yg kesehariannya disaksikan tertib ibadahnya, sambungnya tertib, sholatnya tertib, subuhnya tertib, semuanya tertib ibadahnya, dan sampai dia ajalnya, dimakamkannya, dikafani, di sholati, tertib secara Quran Hadist, maka jamaah yg demikian dihukumi mati khusnul khotimah,

Penjelasan FRIH :
  1. Makna Mati Husnul Khatimah di Islam Jamaah / LDII adalah : semasa hidupnya aktif dan mentaati peraturan Islam Jamaah / LDII.
  2. Sumber makna ini adalah imam ke-2 mereka yang bernama Abdudhohir bin Nurhasan


terus beliau menjelaskan, ada pengurus, saat dia jadi pengurus, itu bisa jamaahnya diantar menjadi mati khusnul khotimah, tapi dirinya tidak bisa, dulu bapak imam mencontohkan, dia punya anak, katakanlah 4 atau 6, yg 3 jamaah tapi melarat, yg 3 tidak jamaah tapi sugih, bahkan terjadi pada suatu saat, orang itu, saking takut ributnya anaknya, akhirnya menghindari soal bab waris, habis itu hartanya sampai umurnya tua, dia datanglah pada anaknya yg melarat, tentu pada saat datang itu, beliau terjaga ibadahnya, najisnya, tapi ada omongan dari seorang mantu, mas piye kita, sedang tidak ada bapak saja, kita sudah kekurangan, dan yg namanya rumahnya gedek,melarat, kedengaran di kamar sebelah. Pagi-pagi dengan cukup bijak, bapaknya pamit ingin ketemu dengan saudara kamu yg satunya lagi, ringkas cerita, seperti itu sama, akhirnya dia lari ke anaknya yg tidak jamaah, kemudian meninggal disitu, sodaranya datang ke imam kelompoknya datang melaporkan kejadian seperti ini, apakah tadi jamaahnya dihukumi mati khusnul khotimah, bapak imam begini, artinya tidak bisa menghukumi seperti ini, maka untuk itu, di dalam tek,s ada, sodara sekalian yg usianya 25 tahun, yg masih produktif, maka perlu menabung, msih inget kan teks yg dulu, 25 thn- 50 thn, saya itu, ada teks nya,  maka menabung di tanah atau di hal-hal yg berharga, kemudian pada saatnya seperti itu, maka bisa datang kepada pak kiai daerah, kiai saya menyerahkan diri saya, sudah tua seperti ini,  ingin terjaga ibadahnya, ya kan ... maka, ini saya pny celengan seperti ini, musyawarah, kiai daerah, siapa yg mau ngurusi ini, siapa yg mau ngurusi ini, iya kan..

Bahkan perlu itu disitu bikin tempat manula, diramut yg baik, atau nasehat berikutnya supaya sabar, jadi anak jamaahnya melarat menerima orang itu bisa sabar, orang tua itu bisa sabar, dalam mendapat cobaan seperti tadi. Itu dalam kaitan kita menetapi kewajiban 5 bab karena Allah, sekarang dalam kehidupan bermasyarakat, maka dengan, berapa menit lagi, 3 menit lagi.

Saya singkat, Alhamdulillah bapak imam berijtihad, dalam kehidupan bermasyarakat, saya selalu mengatakan, dakwah kita soft, jadi soft itu tidak lagi menyinggung pada ranah usholi, beduk dan kentongan, itu enggak..hehehe.  jadi disini kita, kita memegang pada suatu dalil ....sesungguhnya cara beribadah mereka pake usholi, kita tidak jangan ikut, tetapi pergaulan, pergaulan yg positif, yg tidak melanggar secara aturan Allah Rosul, atau Quran Hadist dan ijtihad bapak imam, ya kan.. itu kita bisa, bahkan kita dalam kehidupan, kemarin ada sarasehan bagaimana pancasila supaya lebih ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat beragama, tadi saya mangkul pagi sore dari pak kiai kasmudi, Cuma sumbernya dari rowahy bukhori atau muslim lagi dicari, .....

pergaulilah manusia dengan kira-kira beberapa agamanya, dan tempatkanlah manusia, dengan sekira-kira tempatnya mereka, jadi ini adalah saya katakan LDII dalam segi dakwahnya, adalah mengakui dan menghormati kemajemukan bangsa kita, maka kita selalu tekankan konflik karena ras, itu karena kurang pahamnya pancasila, yg sekarang disebut  4 pilar bangsa, yaitu Bhinekka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 45 dan NKRI, bahkan dalam ijma’ ulama ini final, barang siapa yg ingin merusak NKRI , juga untuk itu LDII dalam MUNAS yg ke-7 kemarin, anggaran dasarnya tetap yaitu berdasarkan Pancasila, saya katakan di musda-musda daerah, muswil daerah, LDII dakwahnya green, soft, lunak, saling menghormati, berdasarkan QH, memperhatikan kesehatan,  bahwa di LDII, warga LDII tidak ada yg merokok, karena LDII dakwahnya memperhatikan kesehatan, kemudian LDII tidak radikal, LDII memusuhi terorisme, karena itu bertentangan dengan ajaran Islam, dan tidak ada contoh dari para rosulullah, bapak polisi ada disitu, Kapolda, saya jelaskan, maksudnya, kita dengan mengatakan seperti itu, kita bukan NII, karena selama ini orang menggiring selalu kepada apa-apa yang radikal,  keras NII, untuk itu kita tegaskan kepada mereka bahwa kita, walaupun tidak mengatakan NII, mereka harus bisa membaca itu, bahkan waktu kita mengundang acara halal-bihalal, ini kultural mereka, kita mengundang dubes-dubes ASEAN, pernah ditanya oleh sekretarisnya sodara Yunes , pertahanan Singapur, kapan ldii melakukan deradikalisasi? Wuh, kaget kita, kita tidak pernah dakwah kita radikal, kita soft, kita jelaskan semua, dan ini kita kumandangkan kepada seluruh kawan-kita yg ada di daerah supaya dakwah kita soft, dakwah kita tetap membangun kemashlahatan umat, dakwah kita tasyabuh, toleransi, tidak mencaci usholi, saya katakan begitu, tidak mencaci tahlilan, tidak mencaci qunutan, kita adalah disini, sangat menghormati, karena kita menghormati ikhtilaf, perbedaan, bagaimana tentang Ahmadiyah, itu i’tirof, perlu diamputasi, menurut pak kiai ma’ruf, karena itu penyimpangan daripada agama islam tetapi dia sbg bangsa harus dihormati, dan diakui dan di lindungi, itulah aturannya Pemerintah, yang mengatur dalam SKB, jadi kita jelaskan, ttg keputusan kita kpd Ahmadiyah mengikuti keputusannya MUI, inilah nah untuk itu kenapa ldii dijadikan ijtihad bapak imam, supaya kewajiban 5 bab masing-masing jamaah lancar sampai ajal kita masing-masing, itu intinya, tapi tidak berarti memansuh ayat tadi, Al-Baqoroh 214, tetep cobaan itu ada, ya kan namun kita coba berusaha.

Karena tugas organisasi yg diamanati Bapak Imam adalah satu, adalah bajui jamaah, nutupi jamah, kemarin secara simbolik, sudah dilakukan, yg kedua gambuhi pejabat, dulu aslinya seperti itu, artinya kekuatan-kekuatan sosial, sekarang bergaulah, gambuhilah semua para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh politik, bahkan pejabat termasuk, kemudian yg ketiga ngatasi gegeran, ngatasi gegeran, yang keempat membantu keimaman meramut dan membina jamaah, ah saya kira seperti itu yg dinasehatkan kepada organisasi.

Penjelasan FRIH :
  1. Islam Jamaah belum mengenal pelajaran akidah, Islam Jamaah gak sadar, bahwa keyakinan yang diyakininya, meyakini selainnya kafir inilah akar khawarij. Islam Jamaah gak sadar bahwa bithonahnya, boleh berdusta ke selainnya adalah justru ajaran Syiah..
  2. Islam Jamaah gak sadar segala bentuk keyakinan mereka yang bathil adalah sebab kenapa masyarakat menolak kehadiran Islam Jamaah / LDII. Sehingga ketika dinasehati untuk merubah akidahnya , mereka malah merasa sedang digegeri.
  3. Bukti bahwa untuk bisa tetep eksis, Islam Jamaah / LDII selalu bertaqiyyah, berdusta.. menipu semua komponen umat islam di indonesia dan dimanapun mereka berada.

 Saya kembali pada satu keberanian tadi, wkt dulu pak dhohir dilapori, saat ada penginsof baru di daerah Mutong, sulawesi tengah, kmd disitu ada seorang Lurah Aghnia insof, eh orang aghniaya, orang kaya tp  luar, insof, tapi prilakunya setelah dia jadi jamaah, tetep dia membantu luar, tiba-tiba ada kua ingin jadi Lurah, dia trus kampanyenya akan menutup ldii, bahwa sesat dsb, kemudian namanya saudara Andi ini, jamaah kita, dikelilingi, mau diserang, dia mengerahkan masa, polisi sudah datang, eh sudah siap mengamankan, jangan ini menyalahi aturan, jika masuk kamu kehalaman itu dan di lawan oleh kita, kamu yg salah, wah ibu-ibu dan anaknya sudah dikebelakangkan, sodara Andi sudah siap dengan golok yg tajam, begitu dia pake lampu begini, mencari sodara Andi dan para jamaah itu, yang satu ditebas, lehernya lepas, yang satu dibacok, dan setelah itu masa bubar, alhamdulillah, di proses pengadilan, beliau dibebaskan dengan tanpa syarat, dengan tanpa, ee, karena membela, itu dilapori terus ke bapak imam, pak Dhohir,  beliau ketawa, hahahah...kalau spt ini jamaah keberaniannya, berarti kedepan QH jamaah maju, tapi sebaliknya waktu dilapori, Ahmadiyah diserang oleh Muhammadiyah, kemudian LDII biasa, dijadikan sasaran kedua, NTB, ketua DPD nya ngomong, kita tinggalkan saja semua, gampang harta bisa dicari, akhirnya untung kita berbuat baik dengan tetangga, sudah budi luhur, harta benda yg berharga diamankan oleh tetangga yang orang luar itu, tidak habis semua, tapi begitu lapor bapak Imam, bapak Imam langsung menangis, kalo jamaah, dihadapi jamaah-jamaah penakut, bagaimana nasib perjuangan QHJ kedepan, dari 2 contoh ini, saudara bisa mengambil maknanya, berarti kita tadi kembali, sudah ada jaminan Alla, akan diselamatkan,  berarti sodara sekalian harus berani, sekali lagi, apakah saudara berani? tentu dengan mengikuti aturan-aturan, ya kan..

Penjelasan FRIH :
  1. Cerita dari Kisah Nyata diatas adalah bukti, bahwa mereka mengalami gangguan kejiwaan yang parah. Akidah sesat akan berbuah kerusakan mental dan jiwa. Akidah khawarij yang mereka banggakan itulah kenapa mereka menghalalkan darah umat islam yang berusaha menasehatinya. Bahkan Imamnya yang Ke-2 senang dan tertawa mendengar ada jamaahnya yang mengalirkan darah umat islam.
  2. Tambahan : di sekte Islam Jamaah, terbiasa membunuh karakter para mantan2 islam jamaah / LDII.. dengan tuduhan dan fitnahan : “ mereka ingin merusak yang kita cintai ini “ ... “ orang2 yang keluar dari jamaah itu salah niat... “ .... “ mereka bekerjasama dengan Yahudi ingin memadamkan agama Allah” dsb.. >>> Bukti bahwa untuk bisa tetep eksis, Islam Jamaah / LDII selalu bertaqiyyah, berdusta.. menipu semua komponen umat islam di indonesia dan dimanapun mereka berada.
  3. Tambahan : di sekte Islam Jamaah dipelajar silat ASAD untuk bekal mereka berjihad. >>> lihatlah bahaya ini.. ajaran sesat + keahlian menipu + kemampuan menyuap pejabat dan tokoh agama + semangat jihad yang keliru = ancaman serius bagi umat islam dimanapun berada


 Jangan sampe, saya dinasehati juga,  pak rohim, masih 1 menit ada? Pak Rohim Emtu, dulu memprediksi, singkat aja, Bapak H.Nurhasan, jamaah kalo sudah banyak, jamaah akan ada 4 golongan, golongan pertama, pejuang, jadi jamaah pejuang ini adalah yg selalu ibadahnya menjaga niatnya krn allah, tidak salah niat, yang kedua selalu memurnikan ibadahnya, tidak dicampuri bid’ah, kurafat, tahayul, yang ketiga yang tetap bisa melaksanakan Fatonah Bitonah Budi Luhur, yang kedua penjilat, yang ketiga pengkhianat, dan yang keempat jadi penjahat. Saya tidak akan mengurai lagi, Bahkan Pak Rohim saya tanya lagi tadi, boleh gak saya sampaikan di forum ini, apa itu yang disampaikan oleh pak H. Nurhasan, karena jamaah sudah besar, itu sudah siap kita antisipasi kalo memang seperti itu akan ada, bahkan kalo kita saksikan dalam perjalanan ini, itu merupakan hal cobaan-cobaan bagi kita, cobaan dari dalam, ya kan ... Saya sekian, mudah-mudahan, apa yg disampaikan tadi Allah memberikan manfaat dan barokah, lebih kurangnya mohon maaf, akhirul kalam, saya tutup dengan doa, .....
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh


Kesimpulan FRIH :
  1. Lihatlah bahaya ini :  ajaran sesat  +  keahlian menipu  +  kemampuan menyuap pejabat dan tokoh agama  +  semangat jihad yang keliru  =  ancaman serius bagi umat islam dimanapun berada
  2. Sudah ratusan mantan LDII dan terus bertambah, silahkan cek ke mereka, apakah ajaran LDII sudah ada perubahan ? atau malah semakin pandai berDUSTA ! ?


Nasehat FRIH :
  1. Kepada Seluruh Umat Islam : kami mohon atas nama Allah, untuk menyebarkan berita faktual ini keseluruh komponen umat islam, mulai dari diri dan keluarga, mesjid-mesjid sekitar rumah dan perkantoran, dan kepada siapapun umat islam untuk membentengi Akidah Umat Islam disertai file mp3nya
  2. Kepada Media Islam : kami mohon atas nama Allah, untuk turut senantiasa memberitakan hal ini demi menjaga akidah umat.
  3. Kepada MUI Pusat, DEPAG : kami mohon atas nama Allah, untuk segera menindak lanjuti hal ini dengan serius. Takutlah pada adzab Allah yang akan ditimpakan kepada MUI dan DEPAG yang terus melindungi ajaran sesat ini
  4. Kami siap berdialog dengan semua komponen umat islam untuk menolong meluruskan akidah sodara kami di Islam Jamaah / LDII
  5. Kami siap sumpah Mubahalah bila dianggap memberikan keterangan dusta


Tambahan Informasi :
Link Fatwa Syaikh Yahya, Ulama Senior Pengajar di MasjidilHaram Khusus ajaran Islam Jamaah / LDII

Print Transkrip Ini dan Sebarkan :
http://www.4shared.com/office/ubL7Sss6/Abdullah_Syam_-_CAI_2011_-_che.html
Link MP3 Nasehat CAI 2011 - Complete Edition :

http://www.4shared.com/music/RvqDhNVb/BpHSulthon_Aulia.html
http://www.4shared.com/music/11X6IUw4/BpHProfDrsIrAbdulloh_SyamMSc.html
http://www.4shared.com/music/yzSgDdch/BpHAbdul_Syukur_wk_4.html
http://www.4shared.com/music/sTGYcmDq/BpHEmir_Rudzkiyani.html

http://www.4shared.com/music/PILGpJOd/BpHMochThohir.html
http://www.4shared.com/music/d67GZLOS/BpHSholihun_wk_4.html